x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Pemikiran Akar dari Radikalisme

Munculnya aturan yang membatasi Aparatur Sipil Negara dalam berpakaian dengan alasan mencegah radikalisme menuai banyak kontra. Padahal, pada faktanya radikalisme bukan dilihat dari cara berpakaian seseorang. Radikalisme muncul karena pemikiran yang berlebihan seseorang akan sesuatu, yang menimbulkan rasa cinta yang berlebih dan tindakan yang merugikan.

Orang radikal diibaratkan seperti manusia yang sedang mencintai dengan menggebu. Mereka akan melakukan segala macam cara demi membahagiakan orang yang dicintai. Dalam radikalisme, mereka melakukan segala macam cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Dalam kehidupan, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Begitu pula pemikiran yang berlebihan, akan menimbulkan efek yang tidak baik. Manusia adalah makhluk berakal, dimana pikiran dan hati menjadi pusat tindakan dari manusia. Jika pikiran dan hati sudah terasuki dengan hal-hal yang bersifat radikal, maka akan menimbulkan tindakan yang radikal.

Pakaian bukanlah hal yang sangat menentukan radikalisme seseorang, karena tidak semua orang yang bercadar dan memakai celana cingkrang adalah orang radikal. Pembuatan aturan ini justru membatasi hak seseorang dalam berpakaian, bukannya mencegah radikalisme malah melanggar HAM perorangan.

Pencegahan yang baik atau pembatasan pemikiran radikalisme seharusnya dimulai dari akarnya, yaitu pemikiran. Mengembangkan rasa cinta tanah air dan memberikan pemahaman tentang rasa cinta pada tanah air dan penjelasan yang baik dan benar mengenai radikalisme merupakan cara yang lebih tepat mengenai radikalisme. Dengan memberikan mindset yang baik, radikalisme tidak akan berkembang dengan pesat bahkan bisa dicegah.

Rasa cinta yang salah yang menimbulkan radikalisme dikalangan masyarakat. Orang-orang seakan lupa akan tanah air, sehingga perlu ditanamkan rasa cinta tanah air di seluruh aspek masyarakat. Pemerintah pun harus bisa memahami karakteristik masyarakat, sehingga tidak asal membuat aturan. Radikalisme bisa jadi timbul karena orang-orang lelah dengan pemerintah, sehingga mencari 'yang lain' yang sesuai dengan pemikiran mereka.

Oleh: Siti Sarah R.
Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia