x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

Patut kah Indonesia Merayakan Hari Anti Korupsi Sedunia

Awal bulan Desember tepatnya pada tanggal 9 Desember 2019 menjadi hari anti korupsi sedunia. Namun jika di lihat kembali apakah Indonesia patut untuk merayakan hari besar ini? Menilai bahwa kasus korupsi masih saja ada sampai detik ini. Baik korupsi yang dilakukan oleh orang-orang besar sampai kepada orang-orang kecil.

Mental korupsi di Indonesia memang belum dapat dihilangkan. Karena sesungguhnya mental itu sendiri sudah tertanam dan menjadi kebiasaan bagi masyarakat Indonesia. Serta sistem yang ada di Indonesia sendiri juga lah yang membuat mental korupsi ini tak kunjung hilang.

Contoh kecilnya saja adalah korupsi waktu. Bagi masyarakat indonesia yang sering melakukan keterlambatan dalam suatu pertemuan atau terlambat masuk kerja merupakan salah satu contoh kecil korupsi waktu. Maka tak heran jika saat ini banyak kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh direktur besar BUMN.

Selain kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia, sehingga melahirkan mental korupsi. Ada juga penyebab lain mengapa suburnya korupsi di Indonesia ialah karena sistem yang hadir di Indonesia itu sendiri. Sistem yang ada saat ini adalah apabila ingin mempercepat agar suatu pekerjaan selesai maka harus ada pelicin berupa uang atau lainnya. Hal ini lah yang banyak dirasakan oleh masyarakat biasa ketika mengurus sesuatu di pemerintahan.

Menurut saya pribadi korupsi dapat dicegah dimulai dari diri sendiri dan pengertian terhadap sesama. Mengapa dari diri sendiri? Karena kesadaran yang dimiliki seseorang tentang bahaya korupsi harus lahir dan ditanamkan. Percuma saja jika sering dilakukan edukasi tentang bahaya korupsi namun pribadi yang sudah di berikan edukasi itu tidak pernah memahaminya dan menanamkan maka akan sia-sia saja. Karena korupsi itu lahir dari akal pikiran manusia yang mungkin selalu tidak puaas dengan apa yang ia miliki.

Lalu yang kedua adalah dengan cara memahami sesama. Mengapa memahami sesama? Karena dampak yang ditimbulkan dari korupsi adalah kerugian bagi banyak orang. Jika  tidak ditanamkan pada diri sendiri untuk senantiasa memahai orang lain maka orang tersebut hanya akan memikirkan kesenangannya dan keuntungan untuk dirinya saja, tanpa memikirkan dampak yang akan diterima oleh banyak orang akibat korupsi yang dilakukan.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia