x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Padamkan Kobaran Radikalisme

Oleh : Munfarihatun MIllah

Tindakan terorisme yang sudah lama tak terdengar  kini kembali terjadi di Medan pada hari Rabu tanggal 13 November 2019. Pelaku nekat melancarkan aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Hal itu kembali menjadi wacana di masyarakat apa sebenarnya yang menjadi pemicu aksi terorisme tersebut.

Dilansir dari Tribunmanado.co.id,  motif pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan karena terpapar paham radikalisme dari istrinya dan kecewa terhadap peraturan Menag yang menggaungkan tidak boleh menggunakan celana cingkrang dan cadar bagi wanita dalam seragam PNS. Seperti yang kita ketahui bahwa terorisme terjadi melalui beberapa tahap, di mulai dari perilaku intoleran,radikalis lalu teroris. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teroris adalah fase lanjut dari radikalis.

Di sisi lain paham radikalis tidak selalu berakhir dengan aksi teroris,namun ada faktor lain terjadinya terorisme yaitu seperti kekecewaan terhadap pemerintah dan terlalu fanatik terhadap suatu goongan. Menelisik lebih jauh bahwa radikalis bisa berujung teroris, semakin membuka  mata kita bahwa radikalisme memang membahayakan, hingga membutakan seseorang untuk menghabisi nyawanya sendiri.

Para pemegang paham radikalisme dalam pelaksanaanya yaitu mereka memberikan doktrin-doktrin yang ekstrem. Mereka mencari orang-orang yang sedang depresi mudah di kendalikan sehingga doktrin akan  mudah tersampaikan. Mereka selalu memberikan doktrin bahwa hanya kelompoknya saja yang paling benar, sedangkan orang lain yang berbeda paham dengan kelompoknya "halal" untuk di musnahkan.

Doktrin-doktrin tersebutlah yang masuk kedalam otak para pengebom bunuh diri. Karena minimnya pemahaman soal agama, akhirnya mereka melakukan hal tersebut atas nama jihad. Alasan mainstream tersebut seharusnya dapat kita tangkas dengan mulainya penanaman pemahaman agama yang baik kepada masyarakat awam, selain itu dapat diberikannya edukasi mengenai tanda-tanda penyebaran paham radikalisme oleh sekelompok orang, sehingga jika mengetahui tanda-tandanya, masyarakat dapat waspada dan berpikir selektif untuk mengikuti suatu ajaran baru yang dibawa oleh sekelompok orang.

Munfarihatun Millah,Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia