x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 Desember 2019

Ojek Online Vs Ojek Pangkalan

Oleh : Alfian Herdiansyah Suhendar
Pada era millennial saat ini dunia sudah berada pada genggaman kita. Salah satunya ialah adalah ojek online. Ojek online pada era sekarang sangatlah bermanfaat bagi semua orang khususnya rakyat Indonesia. Perkembangan yang sangat pesat, ojek online inilah yang membuat banyak para ojek pengkolan yang beralih menjadi ojek online. Tak hanya ojek pengkolan saja, banyak mahasiswa atau para pegawai kantoran yang ingin menjadi ojek online hanya karena ingin mengisi waktu yang luang. Tak hanya mengisi waktu luang ternyata kalau dihitung-hitung penghasilan ojek online bisa saja melebihi pegawai kantoran.
Namun dibalik kesuksesan ojek online yang merajai pasar saat ini. Banyak polemik masyarakat tentang ojek online dengan para ojek pengkolan, angkot dan lain-lain. Namun yang paling terasa adalah permusuhan antara ojek online dengan ojek pengkolan. Permasalahan inilah yang paling terasa terutama bagi saya mahasiswa yang bekerja sebagai ojek online juga yaitu konflik di manisi Cibiru Bandung. Mungkin dalam sudut pandang ini saya akan sebagai pengguna aplikasi ojek online. Salah satu solusi mencari transportasi murah dan efisien adalah dengan memesan ojek online karena di daerah cibiru sangat macet ya solusi yang tepat adalah memesan ojek online.
Seakan akan menolak teknologi dan perkembangan zaman, padahal ini cocok untuk semua ojek pangkalan. Setiap hari saya melewati ojek pengkolan di manisi, saya liat hanyalah ngopi, maen catur, ketawa ketiwi dan itulah sangat tidak efisien dimana sekarang penumpang hanya ingin yang mudah. Jika ojek online tertangkap basah melewat kesitu atau menurunkan penumpang, maka mereka akan menegur bahkan kadang juga terjadi baku hantam. Itulah yang membuat para driver ojek online merasa resah. 

Alfian Herdiansyah Suhendar, Mahasiswa KPI UIN Bandung. 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia