x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

November Musim Banjir

 Musim hujan mulai datang. Beberapa tempat pun mengalami banjir, meski skalanya masih kecil. Hanya banjir di ruas jalan dan permukiman. Tidak terlalu lama, tetapi banjir itu terjadi,maka dari itulah kita harus mempersiapkan untuk melawan bencana banjir.

              Hal inilah yang membuat banyak kepala daerah, seperti wali kota Bandar Lampung, harus turun untuk melihat langsung apa yang terjadi di daerah yang terkena banjir, atau genangan air hujan. Sebab, masalah banjir atau genangan air ini bisa menjadi masalah serius bagi mayarakat. Bukan saja kegiatan menjadi terganggu, tetapi juga masalah penyakit yang bisa saja datang dan melanda warga. Ini yang juga semakin menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat.

              Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir, termasuk swadaya masyarakat. Karena, memang masalah banjir ini harus ditangani bersama-sama. Sebab, banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya banjir. Ada masalah sistem drainasenya, atau akibat dari masalah sampah yang menyumbat aliran air.

             Jangankan drainase buatan yang tersumbat dan menjadi tempat buang sampah, bahkan sungai-sungai yang melintasi wilayah kota kita menjadi tempat buang sampah dan limbah. Padahal, di kota di negara lain, sungai di tengah kota adalah sebuah objek wisata alam yang mereka olah sedemikian rupa, sehingga menjadi tempat rekreasi bagi warga kota. Bahkan, juga ada yang menjadi bagian dari objek wisata warga dunia.

             Kalau kita bicara tentang sistem drainase, maka kita harus mengingat patokan aliran air ini. Air bukan saja datang dari pegunungan, tetapi air hujan yang kemudian jatuh di atap rumah akhirnya menjadi sumber air pertama yang harus ditangani melalui sistem drainase.

             Jadi, yang ingin saya sampaikan adalah ketika kita bicara tentang sistem drainase, itu berarti terhitung dari awal lokasi air. Mulai rumah hingga ke lokasi akhirnya, yaitu laut. Itulah sebabnya sungai juga menjadi salah satu elemen penting dari sistem drainase. Sungai memang menjadi tempat mengalirkan air hujan (limpasan) yang jatuh di atap, atau pekarangan rumah/bangunan lainnya. Itulah yang harus dialirkan ke sistem drainase permukiman/jalan raya untuk kemudian masuk ke sistem drainase utama, yaitu sungai untuk dialirkan ke laut.

             Tetapi, kita harus memisahkan antara saluran drianase dengan saluran air limbah. Keduanya tidak boleh bercampur. Untuk saluran air limbah, ia menggunakan pipa dan saluran tersendiri. Pun kalau pada suatu segmen sistem drainase tertentu mereka tergabung ke dalam satu jaringan drainase, maka harus terlebih dahulu mendapatkan pengendalian dari sistem sanitasi perkotaan. Artinya, air limbah permukiman bisa masuk ke dalam sistem drainase air hujan, jika merupakan air limbah yang aman bagi ekosistem sungai dan laut.

             Bila limbahnya menimbulkan bau tak sedap, mengubah warna air, dan berbusa, maka pihak yang memproduksi air limbah yang menyebabkan air sungai menjadi buruk kualitasnya, dilarang membuang limbahnya ke sistem drainase perkotaan. Mereka wajib memiliki sistem pengolahan air limbah sendiri. Apapun bentuk dan teknologinya.

             Kita ada banyak mal, hotel, bahkan pabrik dan rumah sakit yang membuang limbah ke dalam saluran drainase perkotaan alami, yaitu sungai. Itu sebabnya kalau kita kemana-mana melihat sungai di dalam kota, sungainya menjadi sangat tidak sedap untuk dipandang dan meruak bau tidak sedap dari berbagai macam limbah dari dalam kota. Baik itu limbah rumah tangga maupun limbah idustri.

             Kita berharap, wali kota juga bupati dapat menyusun dan membangun sistem drainase perkotaannya secara komprehensif. Sehingga, masalah banjir dan pencemaran sungai dapat terselesaikan.


Nisfy Moch Fauzi S

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia