x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

Menggali Informasi Kegiatan di Masjid Darussalam


Masuk kedalam jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam tentu tidak akan asing dengan dunia kepenulisan. Salah satunya pada mata kuliah jurnalisme dakwah saya ditugaskan untuk membuat sebuah berita. Lebih spesifiknya adalah memberitakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh salah satu masjid yang terdapat di sekitaran kampus tempat saya menimba ilmu.
Saya memilih masjid yang berada di daerah Panyileukan Kota Bandung, yakni masjid Darussalam. Alasannya adalah selain jaraknya tidak begitu jauh dengan kampus, sebelumnya saya beserta rekan-rekan organisasi sempat mengadakan kegiatan di masjid tersebut. Dengan alasan tersebut maka saya memilih masjid tersebut untuk menyelesaikan tugas saya.
Sebelumnya, saya tidak mempunyai kontak ketua DKM masjid tersebut. Namun dengan bertanya kepada rekan organisasi saya mendapatkan kontak istri ketua DKM. Dan saat itu juga segera saya hubungi untuk mengkonfirmasi sekaligus meminta izin untuk memberitakan kegiatan yang ada di masjid tersebut. Setelah beberapa lama berbincang lewat watsapp, istri ketua DKM menganjurkan saya untuk menghubungi langsung ketua DKM nya yakni bapak Ahmad Gunawan.
Dalam hari yang sama, saya langsung menghubungi pak Ahmad untuk wawancara. Dan setelah konfirmasi, saya langsung menemui beliau untuk melakukan wawancara. Sesampainya saya di masjid, saya memperkenalkan diri terlebih dahulu dan menjelaskan tugas yang melibatkan masjid darussalam tersebut. Senangnya, saya disambut dengan kerahaman beliau, sehingga tidak membuat saya grogi ketika melakukan wawancara.
Pertama, saya bertanya tentang sejarah didirikannya masjid Darussalam. Pak Ahmad menjelaskan bahwa masjid ini didirikan pada tahun 2014 yang ketika itu ada jama'ah yang menjual tanah seluas 500 meter. Dengan cara iuran mengumpulkan uang bersama jama'ah yang lain alhamdulillah tanah ini terbeli dan pada akhirnya dibangun sebuah masjid.  Selanjutnya saya menanyakan perihal kegiatan apa saja yang sering diadakan di masjid ini. Lalu saya bertanya perihal keaktifan remaja disekitar masjid. Ternyata remaja disekitar masjid ini kurang aktif dalam kegiatan yang ada. Pak Ahmad dan pengurus yang lain berharap agar remaja mampu berperan aktif untuk sama-sama memajukan masjid.
Selanjutnya saya menanyakan perihal upaya apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi remaja disekitar masjid agar tertatik untuk berkonstribusi memakmurkan masjid. Beliau menjelaskan bahwasannya kita harus mengagendakan acara-acara yang sesuai dengan kultur milenial, agar setidaknya mereka lebih tertarik datang ke masjid meskipun tidak setiap hari.
Masjid Darussalam sebenarnya sedang mengalami krisis peran remaja dalam hal memajukan kegiatan di masjid. Pak Ahmad dan pengurus masjid yang lainnya sangat menerima dengan terbuka jika ada remaja yang ingin membantu dalam pemeliharaan masjid. Salah satunya sebagai marbot masjid. Ungkap beliau sudah ada beberapa orang dari mahasiswa yang bersedia menjadi marbot masjid. Sebetulnya bukan sebagai pemelihara masjid saja, namun paka Ahmad senag jika masjid ini setiap harinya ramai dengan lantunan ayat al-Qur'an. Dan jika ada mahasiswa yang mempunyai kelebihan dalam bidang pemahaman agama, maka akan di persilahkan untuk mengajar madrasah diniyah yang ada disana.
Begitulah perjalanan saya dalam memperoleh informasi mengenai kegiatan yang ada di Masjid Darussalam.




Nada Prima Dewi
Komunikasi dan Penyiaran Islam
UIN SGD Bandung






Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia