x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

Mencegah Radikalisme Sedini Mungkin

Belakangan istilah "radikalisme" menjadi buzzword yang begitu populer. Sejumlah kementerian dalam kabinet Presiden Joko Widodo periode kedua diberi mandat khusus menangkal radikalisme agama. Kabar teranyar, Presiden Jokowi mengusulkan istilah "radikalisme" diganti dengan "manipulator agama". Apa yang sesungguhnya terjadi?

 

Literatur tentang radikalisme sebenarnya sangat luas, walaupun di Indonesia istilah tersebut belum menjadi perdebatan kesarjanaan yang memadai. Akibatnya, radikalisme dikaitkan dengan hal-hal problematik. Misalnya, ujung dari proses radikalisasi ialah kekerasan atau terorisme. Pemahaman semacam ini berimplikasi pada strategi deradikalisasi, yakni program rehabilitasi untuk mengubah pemahaman keagamaan radikal.

 

Kekeliruan premis di atas berawal dari kebingungan epistemik: Kok, bisa orang yang tampak taat beragama melakukan aksi kekerasan dan terorisme, meledakkan dirinya demi membunuh orang lain? Bagaimana mungkin agama digunakan untuk membenarkan tindakan tidak manusiawi tersebut? Pastilah ada yang salah dalam cara mereka beragama sehingga mereka lebih tepat disebut "manipulator agama."

 

 

 

 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia