x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Mencegah pemahaman Radikal yang Tidak Masuk Akal

Oleh : Muhammad Imadudin Aji 
Radikalisme bukan persoalan tentang siapa pelakunya, menggunakan pakaian seperti apa, atau kelompok dan jaringan yang bagaimana?, tapi radikalisme terbentuk dari pemahaman yang salah, pemahaman yang tidak jelas arah dan tujuannya dan untuk apa tujuannya.

Radikalisme memang sangat merugikan banyak orang bahkan dengan adanya radikalsime dan terorisme banyak dari kalangan ormas yang dirugikan atau disudutkan, maka dari itu semua orang sangat mengutuk aksi radikalisme dan terorisme.

Banyak orang khususnya anak muda zaman sekarang yang belajar agama hanya melalui internet, mereka hanya ingin yang praktis dan instant, tidak tahu siapa gurunya, apa ajarannya dan darimana sumber ilmunya, di internet segala sesuatu mudah untuk didapatka, dengan demikian sumber awal pemahaman radikal lah yang mustinya kita cegah yaitu internet.

Internet ialah sistem atau jaringan yang terhubung secara global, dengan kata lain segala sesuatu yang kita akses di internet sangatlah luas karena mencakup seluruh dunia, maka  tidak heran jika kebanyakan orang lebih memilih internet untuk mencari segala sesuatu termasuk pemahaman atau ideologi.

Pemahaman yang awlanya dicari oleh orang orang biasanya pemahaman agama namun mereka malah melenceng dari pemahaman agama yang semestinya, mereka biasanya terpengaruh orang orang yang tidak bertanggung jawab dengan dalih menawarkan surga dengan cara berjihad, tentu itu pemahaman yang salah, dan dari situlah awal mula seseorang terpengaruh pemahaman radikal, mungkin orang itu sedang frustasi dengan kehidupannya di dunia lalu maka timbulah rasa keingintahuan orang itu dengan paham paham radikal yang menjanjikan surga secara instant yang itu semua hanya omong kosong yang tidak masuk akal.

Menurut saya kita bisa memulai sesuatu dari diri sendiri kita hendaknya memposting hal hal positive di internet janganlah memberikan kesan atau provokasi terhadap khalayak ramai, karena hal hal kecil jika sudah tersebar di internet tuntu itu akan menjadi besar.

Muhammad Imadudin Aji, MAHASISWA KPI UIN SGD BANDUNG


Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia