x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Menahan Perihnya Luka Demi Lambang Garuda di Dada

Namanya Harris Horratius, Lahir di Medan 11 Oktober 1995. Ia adalah seorang atlet Wushu Indonesia yang sudah mengharumkan nama Indonesia dikancah kejuaraan Wushu Internasional. Namanya semakin di sorot oleh media dan publik ketika ia berkompetisi di perhelatan SEA Games Manila 2019. Kali ini, Ia mempersembahkan medali perak untuk timnas Wushu Indonesia dengan total poin 19,260.

Namun, bukan hanya tentang kemenangannya yang menjadi sorotan. Ada hal lain yang menarik yang membuat masyarakat merasakan haru dan bahagia secara bersamaan yaitu tujuh jahitan yang terdapat di lengan kiri Harris. Jahitan itu ia peroleh karena adanya suatu insiden ketika ia latihan yaitu tersayat oleh golok. Meskipun tangannya terluka, hal itu tidak menciutkan kobaran semangatnya untuk berjuang mengharumkan nama Indonesia.

Pria kelahiran Medan itu mempersembahkan tampilan yang apik dan sangat meyakinkan ketika mempertunjukan gerakan-gerakan Wushu Taolu kombinasi golok dan toya di World Trade Center, Manila. Total poin yang ia dapatkan yaitu 19,260 dan hanya terpaut 0,02 poin dengan peraih medali emas asal Brunei Darussalam yaitu Mohammad Adi Solihin Ruslan.

Meskipun keberhasilannya meraih medali perak tidak memenuhi target timnas Wushu yang memiliki target memenangkan tiga medali emas pada hari itu, perjuangannya sangatlah perlu di apresiasi dan di acungi jempol karena berjuang memberikan penampilan dan gerakan-gerakan terbaik saat kondisi tubuh tidak optimal sangatlah tidak mudah.

Dari perjuangan seorang Harris Horratius ini semoga membakar semangat para atlet lainnya yang berjuang di SEA Games agar terus bersemangat dan pantang menyerah mengumpulkan pundi-pundi medali untuk  negara tercinta Indonesia.

Selain membakar semangat para atlet lainnya, perjuangannya juga memberikan kita banyak pelajaran yang sangat bermakna. "sukses adalah pencapaian, berjuang adalah keharusan" Kata-kata itulah yang mungkin cocok untuk menggambarkan kegigihan seorang Harris yang memberikan kita bukti nyata bahwa perjuangan tidak akan berakhir dengan kesia-siaan.

Siti Sinta Fauziah
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Jln. Manisi Gang Bhakti 5 No 02, Cibiru, Bandung
Sitisinta3636@gmail.com

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia