x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Mempertebal Keyakinan, Membersihkan Jamur Paham Radikalisme

Dalam setiap kamus mengartikan radialisme sebagai kelompok yang menganut paham radikal dalam suatu gerakan. Secara historis, gerakan ini lahir pada akhir abad ke-18 pada dunia perpolitikkan hingga akhirnya berkembang menjadi liberalisme politik. Maka dari itu, gerakan ini menginginkan adanya gerakan pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan (violence). Gerakan ini suatu sikap ekstrem dalam aliran politik.

Kata radikalisme sendiri sering dikaitkan dengan suatu hal pemahaman yang menyimpang. Pemahaman tersebut biasa merujuk pada perbuatan deskruktif yang mengatasnamakan agama. Paham ini akan membahayakan karena membawa sikap buruk seperti adanya intoleran, kebencian, permusuhan, dsb. Padahal tidak ada satupun agama yang mengajarkan radikalisme.

Radikalisme merupakan cikal bakal dari terorisme. Terorisme makin hari semakin menjamur di dunia, salah satunya pun telah berkembang di negara Indonesia. Pembunuhan terhadap orang tidak berdosa, membombardir tempat-tempat ibadah kerap kali dilakukan para teroris mengatasnamakan agama atau ideologi hingga akhirnya mencapai di titik kepuasan yang dahsyat.

Sebenarnya, terorisme tentulah bukan suatu hal yang baru. Terorisme sudah ada sejak lama. Para teroris mengklarifikasi bahwa mereka melakukan atas dasar kehendak Tuhan. Misalnya, sekte Yahudi yang muncul pada tahun 6 M dan membunuh para pejabat pemerintah setempat sebagai upaya memicu adanya pemberontakkan dan mereka mengusir orang Romawi keluar dari Palestina.

Radikalisme dan terorisme menjadi dua paham yang menarik perhatian pemerintah dan masyarakat. Karena tidak hanya golongan tua menjadi incaran objek penganut akantetapi sudah merambah hingga kepada golongan muda. Cara para teroris merekrut anggota baru dengan mendoktrin. Kaum muda yang dalam keadaan emosional yang labil menjadi sasaran empuk bagi mereka.

Dalam hal ini, tentunya bukan pemerintah negara saja yang harus mengambil peran dalam mencegah dan mengatasi agar tidak semakin banyak penganut. Seharusnya, seluruh rakyat juga turut andil dalam usaha tersebut. terutama kaum muda sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi pemegang tongkat kekuasaan selanjutnya agar tidak terjadi penyalahgunaan dalam kewenangan.

Memahami ilmu pengetahuan dengan baik dan benar adalah sebuah bentuk preventif dalam mengatasi maraknya terorisme. Setelah memahami ilmu dengan baik dan benar alangkah baiknya mempertebal pemikiran yang dimiliki agar semakin kuat. Dengan begitu, tidak akan mungkin goyah dan terpengaruh akan sikap dan pemahaman radikalisme dan tindakan terorisme. Pada akhirnya, kekuatan pemikiran yang dimiliki tidak melunturkan semboyan bangsa Indonesia sendiri yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

Raihannisa Fitriah, Mahasiswi KPI UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia