x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Memahami dan mengerti

Pemberiaan seputar Radikalisme di negeri tercinta ini seakan tidak ada habisnya, warga seakan di buat gundah gulana dengan tidak berkesudahannya permasalahan ini. Beberapa hari belakang berita mengenai permasalahan ini kembali muncul, berita tersebut datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, ia mengatakan bahwa : " Radikalisme telah masuk di Kementrian Keuangan, hal ini di latar belakangi ketika pemilihan presiden tahun 2019, dimana oknum melakukan aksinya menggunakan politik identitas, akibatnya menyebabkan banyak rembesan di para birokrasi, hal ini menyebabkan timbulnya eksklusivitas dan di lingkungan kemenkeu menjadi terkotak – kotak. Selain itu penyebab radikalisme di kemenkeu di sebabkan oleh praktik keagamaan yang cenderung lebih ekslusif , bai dalam bentuk pakaian, kekhusyuan, dan dalam pengelompokan, hal ini mnyebabkan munculnya ketegangan sehingga muncul pola pikir yang menganggap satu kelompok tidak mau begaul dengan yang lainnya tidak bergaul. Ketika hal demikian terjadi, kemenkeu sulit untuk melakukan sinergi jika di instansi nya terkotak – kotak. (liputan 6.com 22/12/2019)

Mengutip pendapat dari habib lutfi bin yahya, munculny radikalisme di sebabkan oleh segelintir orang yang memiliki kepentingan, perlu kita ketahui, bahwa dalam menegakkan amal ma'ruf nahi munkar di perlukan sifat tegas yang di barengi dengan sifat bijaksana, sehingga perlu memperhatikan orang yang menjadi objek kita,hendaknya kita berkaca pada dakwah rasul dan para wali sembilan, merefleksi kan diri pada sistem management handal para wali sembilan dan rasul merupakan tindakan yang tepat. Gusdur pernah mengatakan, semakin tinggi ilmu yang seseorang, semakin bisa ia menjadi pribadi yang toleran, pesan yang dapt kita tangkap dari perkataan gusdur ini ialah dengan mengetahui latar belakang orang yang di maksud, memahami, dan mampu melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda, maka besar kemungkinan orang tersebut akan terhindar dari radikalisme. sehingga upaya yang perlu kita lakukan dalam mencegah radikalisme ialah dengan memahami, dan menumbuhkan rasa cinta dan toleransi terhadap orang lain.

Tendi Setiawan  Komunikasi Penyiaran Islam Semester III, 3D

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia