x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Lagi-lagi Korupsi

Berita tentang korupsi terus saja muncul ke permukaan, hampir setiap bulan selalu ada kabar tak enak mengenai para pejabat yang menyalahgunakan wewenangnya. Berita korupsi seakan menjadi makanan sehari-hari dalam setiap berita di Nusantara. Korupsi seakan menjadi kebiasaan yang menyenangkan tiap pejabat negara.

Dari mulai daerah hingga pusat, korupsi seakan merambat dan tumbuh dalam tubuh sebuah lembaga. Para oknum yang melakukan korupsi seakan senang dan bahagia dengan harta dan tahta yang dimiliki. Padahal, korupsi ibarat narkoba. Nikmat, tapi memberikan mudarat. Korupsi bukan hanya tentang uang, tapi penyalahgunaan jabatan dan wewenang merupakan salah satu tindakan korupsi.

Berita terbaru datang dari direktur utama salah satu perusahaan milik negara yang menyalahgunakan jabatannya. Menggunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi, dan menggunakan aset negara untuk menyelundupkan barang mewah ilegal menyebabkan negara mengalami kerugian hingga milyaran rupiah. Semakin terungkap, semakin parah dan mengkhawatirkannya para koruptor ini dalam bermain.

Perusahaan-perusahaan yang berada dibawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah perusahaan yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki negara. Sehingga, perusahaan-perusahaan tersebut berperan penting dalam perekonomian negara. Kasus korupsi di perusahaan negara ini sangat merugikan rakyat. Apalagi menggunakan uang negara yang cukup besar hanya untuk kepentingan pribadi.

Korupsi harus ditindak dengan tegas. Berapapun nominalnya, bagaimanapun bentuknya, dimanapun dilakukannya, korupsi harus diberantas. Negara ini sudah gawat korupsi. Perusahaan negara yang seharusnya membantu perekonomian rakyat, membuka lapangan pekerjaan untuk rakyat, memudahkan rakyat dalam perekonomiannya, malah digunakan untuk kepentingan pribadi. Aset milik negara yang seharusnya digunakan rakyat, malah dijadikan kendaraan pribadi untuk  menyelundupkan barang ilegal.

Kejadian ini sangat mengecewakan. Di masa kini, memiliki jabatan sudah seperti memiliki dunia. Bisa melakukan apapun semaunya. Padahal para pejabat-pejabat itu bersumpah dibawah kitab suci untuk mengemban amanah dan tanggung jawab, bukan hanya sekedar jabatan dan uang. Sekarang justru dipertanyakan, sumpah yang dilakukan itu memang serius atau hanya ucapan dimulut saja?

Lalu bagaimana cara membersihkan korupsi ketika lembaga pemberantasnya saja diperlemah? Semua pihak harus bekerja sama memberantas kecanduan akan korupsi ini. Pemerintah harus selektif dalam memberikan jabatan, begitu juga perusahaan-perusahaan negara yang harus selektif memilih pegawainya. Memeriksa secara berkala dengan detail tentang laporan kegiatan, membuat aturan yang ketat terutama mengenai keuangan, dan membuat aturan tegas yang membuat kapok para koruptor.

Jika korupsi terus dibiarkan dan tidak ditindak dengan tegas, korupsi  akan terus-terusan terjadi. Jangan sampai membuat semakin rugi serta rakyat semakin bosan dan geram dengan kasus korupsi ini. Negara ini bukan hanya membutuhkan orang pintar, tapi juga membutuhkan orang-orang yang jujur dan bijaksana, penuh integritas dan tanggung jawab. 

Oleh: Siti Sarah R.
Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia