x
BREAKING NEWS

Senin, 23 Desember 2019

KONSEP BELAJAR YANG BAIK

Oleh : Mu'ayad Khatami

"Ilmu adalah apa yang bermanfaat. Bukan apa yang di hafal" itulah perkataan Imam Syafii dalam salah satu bukunya (AL-HIKAM). Di kala itu saya mulai merasa resah dan gelisah ketika saya terima buku izajah terakhir SMA yang berbasis Boarding School, bukan tanpa alasan? Namun ini adalah sebuah awal masalah baru yang saya akan hadapi.
Sebelum saya lulus dari sebuah sekolah swasta yang sangat terkenal di daerah Kuningan. Disana saya banyak sekali tentang pelajaran hidup yang saya dapat. Mulai dari agama, politik, social. Dan juga tentang arti dalam sebuah persahabatan.
Hari pertama saya melakukan tes masuk SMA. Saya sudah ditanyakan tentang Jumlah hafalan surat dalam Al-Qur'an. Saya menjawab pada ustadz "saya bukan seorang penghafal dan tidak mempunyai hafalan". Beliau kaget karena rata-rata yang masuk ke sekolah itu adalah orang-orang penghafal. Setelah sekian banyak tes yang aku lakukan, dan menunggu hasil akhir. Pada akhirnya saya diterima di sekolah itu dengan alasan ilmu global saya miliki cukup untuk menyaingi para calon siswa yang lain. Saya mendapat hasil yang memuaskan namun sedikit buruk pada hafalannya.
Dan saya mulai tersadar bahwa ketika membuka buku imam syafii tentang ilmu saya sangat tercengang dengan isinya. Dan menjadi pukulan keras bagi saya. Bahwasanya "hafal doing tidak cukup!!! Seharusnya anda faham makna dan arti apa yang anda hafalkan"
Saya tidak menyesali apa yang telah saya hafalkan namun, saya menyesali ketika nasihat yang saya temukan baru saya temukan ketika di akhir pembelajaran.
Setelah sekian lama saya lulus dan melanjutkan pada dunia perkuliahan, saya mendapatkan tugas dari salah satu dosen yaitu "menghaflkan ayat-ayat Jurnalistik yang termuat dalam al-Quran". Disitu saya teringat langsung dengan kejadian yang saya alami yaitu penyesalan yang sangat. Dan sekarang saya sadar bahwa "ilmu tanpa pengamalan bagaikan pohon tidak berbuah".
Pada akhirnya saya dapat menyimpulkan bahwa apa yang saya hafalkan sampai saat ini semoga bisa bermanfaat bagi yang lainnya, dan mengerti isi kandungan yang saya hafalkan.

Nama saya Mu'ayad Khatami, saya anak ke-6 dari 7 bersaudara. Semuanya dilahirkan secara otodidak oleh ibu saya. Dilahirkan di kuningan tepatnya pada 14 Des 1999. Keinginan dari keluarga besar saya yaitu. Saya harus bisa membahagiakan semua orang, dan dapat berbuat baik pada semua orang. Alasannya adalah agar mereka dapat mengingat kebaikan dari kita ketika mereka telah berpisah dengan kita.

Status : Mahasiswa UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia