x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Kobaran Semangat dan Ketegaran yang Menjadi Titik Fokus

Atlet Indonesia kontingen wushu, Edgar Xavier Marvelo tetap memberikan penampilan terbaiknya di tengah suasana duka yang menyelimutinya. Pasalnya kabar duka tersebut datang dari ayahnya yang meninggal. Lo Thiang Meng (Ameng), ayahanda Edgar meninggal dunia pada hari Selasa 3 Desember 2019 pukul 01.00 WIB.

Kabar Ayahnya meninggal ketika ia berkompetisi cabor wushu dalam nomor gunshu dan daoshu putra. Hal tersebut menarik perhatian warganet terutama Filipina. Mereka mengucapkan turut bela sungkawa tak lupa dengan rasa bangga atas ketegaran yang ditunjukkan Edgar saat pertandingan. Dikutip dari laman Viva.co.id bahwa Menpora Indonesia, Zainuddin Amali mengungkapkan perjuangan yang ditunjukkan Edgar Xavier Marvelo luar biasa. Edgar begitu tegar dan mampu menunjukkan penampilan terbaik pada saat dalam keadaan berduka. Dan, Ia mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya ayahanda Edgar Xavier Marvelo.

Dilansir dari Boombastis.com, awalnya saat Edgar mendengar kabar duka dari sang ayah yang tutup usia, Edgar hampir saja membatalkan pertandingannya di ajang SEA GAMES 2019. Atlet wushu ini sempat meminta izin kembali ke Indonesia. Terlebih lagi, dirinya juga diminta pulang oleh pihak keluarga. Akantetapi, ia memutuskan untuk tidak pulang ke Indonesia dan melanjutkan untuk kembali bertanding. Dengan diliputi rasa duka, ia tetap turun di nomor gunshu dan daoshu putra.  

Perjuangannya pun membuahkan 2 medali emas. Kedua medali tersebut dipersembahkan khusus kepada ayahanda tercintanya. Tak ada yang menyangka, ia akan mendapatkan haru tangis suka dan duka secara bersamaan. Hal tersebut tak membuat Edgar patah semangat melainkan ia menunjukkan ketegaran dan semangatnya saat pertandingan berlangsung.

Perjuangan yang ditunjukkan Edgar patut diapresiasi dengan kebanggaan yang mendalam. Rasa haru yang didapati Edgar sama sekali tidak ditunjukkan di venue melainkan kobaran semangat dan ketegaran pun menjadi titik fokus saat bertanding. Tak hanya itu, rasa semangat yang ditunjukkan atlet ini pun dapat dijadikan acuan bagi pemuda-pemudi Indonesia. Generasi yang akan menjadi estapet tongkat perjuangan dalam membangun Indonesia yang lebih baik. 

Raihannisa Fitriah, Mahasiswi UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia