x
BREAKING NEWS

Jumat, 20 Desember 2019

Kebakaran Hutan, Kian Merampas Nafas

Saat ini di indonesia di provinsi Riau,  sedang mengalami  situasi yang sangat berbahaya yaitu terjadinya banyak asap yang pekat menggulung kota itu karena kebakaran hutan,  akibatnya banyak pemukiman warga wilayah Riau diselimuti kabut asap. Kabut asap lebih banyak dan lebih tebal pada pagi hari dan sore hari, sudah jelas ini berdampak pada masyarakat karena udara sudah di tingkat tidak sehat. Kebakaran hutan dan lahan ini berdampak pada ekosistem dan musnahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan, asap yang ditimbulkan juga menjadi polusi udara yang menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) asma penyakit baru obstruktivronik.

Dampak  lainnya kebakaran hutan dan lahan menyebabkan  asap dan karbondioksida dan gas-gas lain ke udara yang berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim. Kabut asap ini sudah dialami oleh masyarakat, dampak yang dirasakannya dari mulai, pilek,batuk, dan yang paling parahnya asap itu kian merampas nyawa, mereka banyak terkena sesak nafas dan Infeksi gangguan pernafasan karna mereka sering dan banyak menghirup asap kotor itu. Sudah terbukti  banyak korban karena asap kabut itu sudah sangat mengkhawatirkan sekali karena akibat kebakaran hutan dan menyebabkan asap pekat tersebut merampas semua nafas termasuk nyawa warga disekitarnya.

Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak memakai masker jika kemana-mana supaya terhindar dari dampak buruk kabut asap tersebut. Lalu sekarang kita bertanya-tanya apa sih penyebabnya? Apa penyebab kebakaran hutan? Apa akibat manusia juga? Nah,Aparat kepolisian telah menetapkan 28 tersangka kasus ini, ada tersangka perorangan hingga korporasi atau perusahaan. Sudah jelas disana dijelaskan bahwa penyebabnya oleh ulah manusia, yang tidak bisa melindungi dan menjaga lingkungan disekitarnya termasuk hutan pun.

Mudah-mudahan beberapa tersangka itu ditemukan dan diberikan penegakan hukum. Setelah itu, buatkan peraturan atau sanksi yang tegas dan jelas yang memiliki efek jera dan nyata, misalnya: di setiap lokasi yang terjadi kebakaran segera datangi team ahli. Namun, jika sengaja dibakar maka lahan tersebut di larang di manfaatkan oleh apapun selama 20 tahun ke depan, bila perlu kita harus meminta pemerintah untuk mencabut pengelolaannya.  dan kita juga sebagai manusia yang harus dilakukan adalah saat musim kemarau sebaiknya jangan sembarangan melakukan kebakaran, jangan membakar atau membuang putung rokok pada rumput semat kering di lokasi yang rawan terbakar, jangan membuka lahan diperkebunan dengan cara membakar hutan, jika melakukan aktivitas pembakaran usahakan dilakukan dengan minimal jarak 50 kaki dari permukiman  atau 500 kaki dari hutan untuk memastikan api telah padam setelah melakukan aktivitas pembakaran.

Hal itu dapat disinyalir dengan adanya sistem pengairan dibawah permukaan pada lahan berkabut sehingga api bisa langsung padam dan tidak membutuhkan waktu lama lalu jika terjadi karhutla atau asap kebakaran hutan ini, masyarakat diminta untuk segera melapor ke petugas. Dan kita juga harus menyadari bahwa dunia ini perlu kita jaga, kita rawat, kita lestarikan agar kita hidup dengan sehat jasmani dan rohani.


Ismi Suryana Putri

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati

Bandung


Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia