x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

Jangan Radikalis Menghadapi Radikalisme

Akhir-akhir ini, bangsa kita telah digemparkan oleh persoalan yang sangat serius terkait radikalisme. Sekelompok masyarakat mulai banyak terpengaruhi oleh ideologi dan sebuah sistem kepemimpinan syariah islam yang disebut "khilafah". Kelompok mereka berusaha untuk terus menyuarakan ajaran dan keyakinan mereka agar dapat diterapkan Di Indonesia yang otomatis akan merubah sistem dan ideologi yang sudah disepakati oleh bangsa yaitu, kepresidenan dan ideologi pancasila yang sebenarnya sudah syariah dalam agama mereka.

Radikalisme adalah suatu paham atau pemikiran yang bersifat fanatik dalam menegakkan pemikirannya sehingga bersikap ekstrem untuk mencapai tujuannya. Biasanya orang yang terpapar paham radikalisme Di Indonesia memiliki suatu ketidakpuasan dalam hal politik, ekonomi, dan sistem demokrasi yang menurut mereka bermasalah. Sehingga mereka meyakini bahwa sistem kepemimpinan khilafah adalah jalan yang terbaik untuk kemajuan bangsa, dikarenakan sistem tersebut merupakan sistem yang sukses di era dulu dalam kemajuan agama mereka.

Hal ini sudah menjadi persoalan serius bagi bangsa karena akan merubah bahkan merusak kesepakatan yang telah dibuat oleh bangsa. Banyak hal yang akan terjadi bila paham ini terus berkembang dan mempengaruhi lebih banyak lagi masyarakat seperti akan terjadinya intoleransi, kekerasan, kehancuran perekonomian, kehancuran rasa nasionalisme, bahkan perang saudara setanah air. Bila paham radikalisme ini kedepannya berhasil menguasai bangsa, mungkin tidak akan ada lagi keindahan dalam perbedaan beragama, suku, ras, budaya yang kita miliki dan kenyamanan dalam rasa persatuan sebangsa sehumanisme.

Maka dari itu, mulai dari sekarang kita harus benar-benar menjadikan paham radikalis agar tertolak dari bangsa, Namun dengan cara yang tidak radikalis juga. Karena bila kita memerangi radikalisme dengan cara yang sama radikalnya, bangsa kita sama saja akan mengalami perpecahan bahkan pertumpahan darah antar saudara. Cara mencegah dan menghilangkan paham radikalisme yang patut diterapkan yaitu;

 

 

1. Meningkatkan pemahaman agama dan pendidikan kebangsaan. Dikarenakan banyaknya masyarakat yang kurang pendidikannya tentang agama islam dan pendidikan  nasionalisnya sangat mudah terinfeksi oleh paham radikalisme, kerena mereka akan merasa senang dan nyaman bila saat proses doktrinisasi yang banyak menjanjikan propaganda menuju jalan keluar dalam setiap permasalahannya hidupnya.

2.Menerapkan rasa toleransi dan sikap damai. Banyaknya orang yang terpapar radikalis menunjukkan mereka bersikap intoleran dan keras terhadap apa yang bukan mereka yakini. Padahal agama sebenarnya selalu mengajarkan kasih dan cinta dalam menjalani hidup.

3.Menjaga rasa sedarah dan sepersatuan. Kita harus benar-benar menyadari bahwa seluruh masyarakat Indonesia adalah saudara. Dalam persaudaraan, perbedaan akan menjadi hal yang biasa dan indah.

Seluruh masyarakat harus sadar bahwa radikalisme yang sedang tejadi ini adalah ancaman nyata kehancuran bangsa. Mayarakat harus tegas begitu juga pemerintah, karena masyarakat butuh dukungan pemerintah dan pemerintah pun butuh bantuan masyarakat.

Presiden dan pemerintah sudah benar-benar menyatakan memerangi radikalisme, namun upaya yang sudah dilakukan dinilai masih kurang tegas dan serius, keberanian yang dinyatakan masih belum sepadan dengan apa yang dilakukan untuk memerangi radikalisme.

Padahal dukungan dari masyarakat juga sudah kuat. Pemerintah seharusnya bergerak cepat mengingat radikalisme terus berkembang walaupun masih menjadi minoritas. Karena radikalisme tersebar bukan hanya dari suatu ormas, namun juga dari berbagai organisasi atau majelis pengajian disetiap daerah yang sudah sampai dibanyak masjid, kampus, bahkan pemerintahan itu sendiri.

Pemerintah harus lebih berani karena mereka pemegang kebijakan, pemerintah bisa melakukan suatu dialog serius dan perjanjian dengan suatu kelompok yang dinyatakan radikal, pemerintah tidak boleh takut dengan kelompok radikal, mereka yang seharusnya membuat takluk suatu kelompok radikal, bukan malah kelompok radikal yang membuat takluk pemerintah.


Muhammad Rifki Irawan

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia