x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Jangan Menyinggung Perasaan Orang Yang Sedang Merayakan Hari Raya

Oleh : Muhammad Iqbal 

Dakwahpos.com,Bandung- Hari besar umat Kristiani atau biasa kita dengan natal. Adalah hari raya suci untuk memperingati kelahiran tuhan yang merkA anut, Yesus Kristus. Hari Natal seperti hal nya Hari Raya Id yang menjadi hari raya besar umat muslim. Hari Natal pun menjadi hari libur yang di nasionalkan oleh pemerintah. Banyak toko-toko menyediakan diskon pada hari raya umat kristiani ini. Tentu untuk menarik pembeli dan menghargai hari raya unat kristiani. Ditambah, umat kristiani menjadi minoritas di Indonesia, di tengah banyaknya umat muslim di negeri ini.
Di setiap hari raya natal, selalu ada problem ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Banyak statement-statement yang mengatas namakan agama tertentu dalam menyambut hari raya kristiani ini. Mungkin terdengar lucu, kala ini adalah hari raya umat agama lain tapi ada agama lain yang ikut campur dalam menyikapi perayaan ini. Terutama pengucapan sambutan hari raya natal yang dilakukan oleh umat agama lain kepada umat agama krisiani. Banyak para pemuka agama yang menunjukan berbagai macam reaksi. Ada yang biasa saja, membolehkan, berhati-hati, bahkan ada yang melarang keras. Padahal ini adalah hari raya umat kristiani, tapi kenapa ada umat lain yang repot dan menggeber-geberkan suatu larangan dengan suatu dalih. 
Ketika kita menyikapi adanya hari raya umat lain, baik ketika hari raya id, natal, waisak, nyepi, dan lain-lain. Jangan sampai kita mendiskriminasi bahkan sampai menyinggung umat yang sedang merayakan hari rayanya. Jangan sampai mengucilkan salah satu umat yang sedang merayakannya. Bila ada umat lain ada yang ingin mengucapkan dengan maksud menghargai temannya yang berbeda agama, silahkan saja. Karena keimanan seseorang tidak bisa diukur hanya dari verbanya saja. Silahkan hargai setiap umat yang sedang melakukan hari raya. Jangan sampai menyinggung perasaan mereka. Umat yang sedang merayakam hari rayanya pun jangan terlalu berharap agar ia mendapat ucapan hari raya dari temannya yang berbeda agama kendati dia mengucapkan hari raya kepada temannya tersebut. Barangkali ada satu dasar yang membuat temannya itu tidak bisa mengucapkan hari raya orang tersebut. 
Pada dasarnya, saling menghargai adalah kunci bagi para pemeluk agama yang berbeda-beda. Hargai dan hormati setiap agama yang telah mereka anut. Karena apabila seseorang telah beragama, maka ia harus mematuhi agamanya tersebut. Kendati seseorang dengan seseorang lainnya memiliki agama yang sama, tapi ajaran agama yang mereka pelajari bisa berbeda kendati dari sumber yang sama. Hal ini karena guru yang mereka pilih sebagai penafsir atau penerjemah dari sumber itu, pasti berbeda-beda. Perbedaan ini adalah rahmat tuhan yang diberikan kepada kita umat manusia sebagai hambanya. Kebenaran dalam beragama, hanya tuhan yang mengetahui. Bila kita ingin tahu bagaimana beragama yang benar, maka cari tahu dan gali tentang ilmu keagamaan yang banyak dan bermacam-macam agar mendapat kesimpulan yang siapa tahu, itu sesuai dengan apa yang dimaksud tuhan. Tapi untuk mencapai hal itu, tentu harus dipersiapkan akal dan mental yang kuat. Agar kita bisa menangkis segala tekanan yang akan kita terima setelah kita mendapat ilmu untuk menyelesaikan segala problematika dalam beragama. 
Muhammad Iqbal, Mahasiswa KPI UIN 

Sunan Gunung Djati Bandung, Cipadung-Bandung, 087834563533.



Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia