x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 Desember 2019

Iuran BPJS Naik : Jangan Suudzon Dulu

          Beberapa hari belakangan warga Indonesia tengah diramaikan oleh salah satu isu yang membuat masyarakat kalangan kelas bawah merasa gelisah dikarenakan isu mengenai kenaikan iuran BPJS kesehatan. Bagaimana tidak membuat mereka merasa gelisah, sebab BPJS yang merupakan jaminan kesehatan bagi mereka mengalami kenaikan yang cukup tinggi yaitu sebesar 100 persen.

            Pemerintah memutuskan untuk menaikan iuran BPJS kesehatan sebesar 100 persen mulai 1 Januari 2020. Namun demikian, kenaikan sebesar itu tidak diperuntukan bagi semua kelas keanggotaan BPJS Kesehatan. Kenaikan tersebut hanya berlaku untuk peserta BPJS Kesehatan Kelas 1 dan Kelas 2. Sementara untuk Kelas 3, kenaikannya tidak sebesar itu.

            Kesehatan untuk kelas I dan kelas II akan naik secara efektif pada 1 Januari 2020. Masing-masing kelas ini akan naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu dan Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu. Sementara untuk kelas 3, usulan kenaikannya adalah dari Rp 25 ribu menjadi  42 ribu, atau naik 65 persen.

Dalam menaikkan iuran BPJS Kesehatan ini pemertintah telah memperhitungkan beberapa hal yang berkaitan dengan kemampuan peserta dalam membayar iuran BPJS Kesehatan sehingga tidak sampai memberatkan masyarakat dengan berlebihan. Bukan semata-mata pemerintah itu bermaksud ingin berbuat dzalim kepada rakyatnya sendiri. Mungkin kesan itulah yang pertama muncul di benak masyarakat awam ketika mengetahui berita tentang naiknya iuran BPJS Kesehatan.

Saya sendiri yang bukan pengguna BPJS Kesehatan, ketika mendengar informasi tersebut mempunyai pandangan negatif terhadap pemerintah. Mengapa demikian? Karena saya berfikir, kok bisanya pemerintah menaikkan iuran BPJS sedangkan dalam kenyataannya banyak warga yang masih mengeluh dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak BPJS sendiri. Misalnya, antrean berobat yang panjang, minimnya sosialisasi, dan keterbatasan fasilitas seperti rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.

Namun, setalah saya bertabayyun menganai hal ini saya menjadi tahu bahwa kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini salah satu tujuannya adalah menambal defisit yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya defisit setiap tahunnya. Pertama, tingkat penggunaan pelayanan BPJS Kesehatan yang kian meningkat setiap tahun. Kedua, fasilitas kesehatan (fakses) yang semakin semakin banyak. Kemudian juga ditemukan semakin banyak penyakit yang harus ditanggung menggunakan BPJS Kesehatan.

Dengan demikian kita semua dapat mengetahui bahwa naikknya iuran BPJS Kesehatan bukan semata-mata tindakan otoriter pemerintah untuk mendzalimi rakyatnya agar bertambah penderitannya. Namun, ada maksud baik dari pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia