x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Islam Dan Radikalisme

Oleh : Ridha Nabillah

Radikalisme sebenarnya memiliki arti mengakar, kata radikal sendiri sebenarnya dipakai untuk hal-hal yang berhubungan dengan kajian filsafat, karena salah satu syarat filsafat diantaranya harus radikal, dalam artian cara berpikir dalam kajian filsafat harus secara mendasar.

Namun karena dinamika politik di berbagai negara, kata radikal hari ini sering kali dijadikan pemerintah sebagai artian dari kelompok teroris, kelompok yang ingin mengganti ideologi negara misalnya.

Radikalisme, istilah yang akhir-akhir ini sering kali dikaitkan dengan aksi-aksi kekerasan yang dikonotasikan dengan kekerasan berbasis agama termasuk aksi terorisme.

Lalu dalam upaya pencegahan dan pemberantasan terorisme muncul wacana strategi deradikalisasi, yaitu upaya untuk memutus rantai radikalisme, yang berangkat dari asumsi pemicu terorisme adalah radikalisme.

Maka ketika isu ISIS mencuat yang disinyalir banyak melakukan tindakan kekerasan yang brutal, wacana deradikalisasi menguat kembali. Berikutnya muncul isu adanya situs Islam radikal yang berujung pada pembredelan situs-situs yang dikelola oleh beberapa komunitas atau organisasi Islam.

Namun demikian ketika radikalisme dihubungkan dengan isu terorisme, istilah radikalisme akhir-akhir ini sering dimaknai lebih sempit. Muncul idiom-idiom seperti Islam radikal, Salafi radikal, atau yang agak umum radikalisme agama yang kesemuanya cendering berkonotasi pada Islam.

Ridha Nabillah, Mahasiswi KPI UIN SGD Bandung  

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia