x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

Gebrakan pemberantasan korupsi 

Korupsi politik adalah fakta kehidupan di berbagai negara dan sangat sulit untuk dikendalikan. Pelanggar terburuk hampir secara definisi adalah beberapa tokoh paling kuat di komunitas mereka. Korupsi sangat menghambat negara ini dalam merealisasikan potensi ekonomi. menyebabkan ketidakadilan yang signifikan di dalam masyarakat Indonesia. Menjadikan sebagian kecil orang mendapatkan manfaat yang amat besar dari lembaga dan keadaan korup di negeri ini. Profesionalisme badan usaha milik negara (BUMN) kini tengah mendapat sorotan publik. Terlebih sejak KPK menetapkan sejumlah pejabat BUMN terlibat kasus suap dan korupsi. Kasus terhangat yang baru-baru ini terciduk korupsi adalah eks dirut garuda indonesia, sosok ari askhara juga ikut terlibat dalam kasus penyelundupan motor harley davidson. Kasus korupsi yang membelit BUMN tersebut tentunya mengusik rasa keadilan masyarakat. Di antara BUMN-BUMN yang direksinya terlibat kasus korupsi tersebut ada yang menerima suntikan modal dari negara. Dananya diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebagian besar berasal dari pajak yang dibayar oleh masyarakat. Tak hanya itu, kasus korupsi tersebut juga mencederai komitmen pemerintah dalam dua dekade terakhir tentang penerapan good corporate governance dan menghindari perilaku koruptif dalam pengelolaan BUMN.
Dampak yang dapat ditimbulkan dari korupsi itu tentunya dapat menyentuh berbagai segi kehidupan. Korupsi menjadi masalah yang sangat serius karena dapat membahayakan pembangunan sosial-ekonomi, dan politik, serta dapat merusak moral bangsa dan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Indonesia telah dimanjakan oleh korupsi di segala bidang kehidupan baik di pusat maupun daerah.
Masalah korupsi telah merasuk sampai pusat-pusat birokrasi baik pada tataran birokrasi rendah dan tinggi. Sering kali gaji yang rendah menjadi alasan para aparat negara tersebut korupsi. Mungkin ada benarnya. Namun, dalam banyak kasus, anggapan tersebut telah terbantahkan. Bahkan, justru yang terlibat korupsi adalah para pejabat yang punya gaji besar, sehingga korupsi kurang ada korelasinya dengan gaji yang rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, memang perlu adanya reformasi birokrasi yang konkret bukan wacana lagi. Pengawasan yang ketat dan pembangunan sistem yang transparan menjadi kunci bebasnya korupsi. Para oknum pejabat melakukan korupsi karena ada kesempatan yang terbuka lebar.
Kementrian BUMN menghadapi masalah besar, kerugian yang dicapai dari korupsi semakin melebar. Kini seorang pengusaha ditunjuk menjadi mentri, dengan tugas agar BUMN bisa diperbaiki. Erick thohir sosok pengusaha yang ditunjuk oleh presiden joko widodo untuk menggantikan Rini soemarno sebagai menteri badan usaha milik negara. Ada 142 BUMN yang memiliki segala skandal catatan, dimulai dari korupsi hingga tidak sedikit yang terus merugi. 
Erick thohir sebagai menteri BUMN yang baru menjabat mempunyai beberapa gebrakan untuk memberantas korupsi. Walau baru sebulan mengantor di medan merdeka selatan, erick thohir telah membuat banyak mata berpaling. Sebuah terobosan dibikin olehnya diantaranya adalah memulihkan lagi fungsi tim penilai akhir untuk memilih pimpinan BUMN, melakukan bersih-bersih dengan membongkar pasang posisi direksi dan komesaris perusahaan pelat merah seperti basuki tjahaja purnama (ahok) dan chandra M hamzah untuk masuk menjadi komisaris BUMN, memberhentikan seluruh pejabar eselon I baik sekertaris kementrian maupun seluruh deputi BUMN, menunjuk sekaligus empat staff khusus untuk menopang upaya membenahi BUMN, merombak struktur internal kementrian BUMN terutama dijajaran eselon I. 
Jika kita menelusuri keputusan Erick Thohir dalam menggaet kedua tokoh yang terkenal dengan cara mereka masing-masing memberantas korupsi, rupanya Erick Thohir ada maksud yang tersembunyi. Beberapa BUMN seperti Pertamina, PLN dan lain sebagainya menjadi lahan basah bagi para koruptor. Direktur Utama, PT. Pertamina Karen Agustiawan divonis penjara selama delapan tahun karena korupsi dan masih banyak kasus korupsi lainnya di lingkup BUMN.Korupsi yang merajalela di lingkup BUMN ini disebabkan oleh mafia besar-besaran yang tak pernah terungkap. Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu menyebut mafia yang terjadi sangat dekat dengan kekuasaan.Komitmen Erick Thohir tidak akan berjalan mulus, layaknya jalan terjal yang harus ia lalui. Kita tahu, tantangan pemimpin yang memiliki integritas tidak sedikit.Untuk melewati hal tersebut, Erick Thohir harus melampaui keberaniannya atau lebih berani lagi untuk tidak didikte oleh orang-orang dibalik mafia besar-besaran di BUMN. Erick pun mungkin harus siap kehilangan jabatan jika ia tetap memegang komitmennya.Memang tidak mudah tetapi Indonesia khususnya BUMN membutuhkan orang-orang muda yang berani, inovatif, energik, dan siap menghadapi tantangan seperti Erick.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia