x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

[Feature] Berita dalam Proses

Pada tanggal 13 September 2019, Dosen Jurnalisme dakwah, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag memberikan tugas kepada mahasiswa semester 3 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) C dan D UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk membuat berita seputar masjid.

Masing-masing mahasiswa diharuskan untuk mencari masjid yang melaksanakan berbagai macam kegiatan, minimal adanya pelaksanaan kegiatan shalat jumat. Pemilihan masjid harus berbeda antara mahasiswa satu dengan yang lainnya.

Setelah mencari masjid, mahasiswa diharuskan menuliskan nama-nama tiap masjid setelah sebelumnya terlebih dahulu meminta izin kepada DKM atau pengurus masjid yang bersangkutan untuk melaksanakan kegiatan praktek mata kuliah Jurnalisme Dakwah. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesamaan tempat antar mahasiswa.

Awalnya, pemilihan masjid diharuskan bertempat di sekitar wilayah Cibiru, Cileunyi, dan Panyilekan, yaitu daerah sekitar kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pemilihan wilayah tersebut diharapkan agar dosen dapat mengawasi setiap kegiatan.

Segera setelah menerima kabar tugas tersebut, penulis melakukan pencarian masjid di sekitar daerah yang disebutkan di atas. Pencarian dilaksanakan selama sekitar tiga jam sampai akhirnya penulis memilih masjid Safinatussalam yang bertempat dekat stasiun Cimekar sebagai tempat untuk melasanakan tugas.

Penulis menghubungi ketua DKM dan berhasil mewawancarainya pada hari Selasa, 17/09/19. Kami berbincang seputar kegiatan yang dilaksanakan di masjid Safinatussalam.
Wawancara tersebut menghasilkan sebuah berita mengenai beberapa kegiatan unik di masjid Safinatussalam. Namun berita tersebut tidaklah cukup, mahasiswa diharuskan membuat beberapa berita lagi beradasarkan kegiatan ataupun peristiwa di masjid yang bersangkutan.

Karena terkendala jarak antara domisili penulis dan lokasi masjid, penulis meminta keringanan untuk diperbolehkan mengganti dan memilih masjid yang lokasinya dekat dengan domisili. Penulis akhirya memilih Masjid Besar Hidayah Nur Inka Kecamatan Cimahi Utara.

Penulis mendatangi langsung kantor pengurus masjid Hidayah Nur Inka yang masih satu lahan denga masjid terkait. Penulis berbicang bersama salah satu pengurus. Penulis mendapat  kemudahan setelah mendapati bahwa pengurus tersebut satu almamater dengan penulis. Ternyata kami (penulis dan pengurus) berasal dari SMK dan perguruan tinggi yang sama. Beliau merupakan lulusan jurusan KPI tahun 2012, Pak Fajar namanya.

Pada sabtu, 21/09/19 penulis mengikuti sebuah kajian ba'da subuh berdasarkan saran pak ajar yang rutin diadakan satu bulan sekali oleh pihak DKM masjid Hidayah Nur Inka. Selain mengikuti kajian, penulis berbincang bersama jemaah dan pemateri yang bersangkutan. Kami (penulis dan jemaah) juga menikmati sarapan yang disediakan oleh pihak DKM.

Setelah mendapat wawancara dan beberapa bahan untuk membuat berita, penulis memilah materi hasil wawancara yang paling sesuai dengan topik yang sudah penullis tentukan sebelumnya.

Topik yang dipilih ialah seputar kegiatan ba'da subuh yang telah diikuti. Penulis terlebih dahulu menentukan judul berita. Berita tersebut berjudul "Kajian dan Sarapan Bersama : hablumminallah wa hablumminannas".

Dalam isi berita dituliskan hasil wawancara tentang alasan, manfaat, hingga harapan seputar kegiatan kajian subuh tersebut. Isi berita berisikan 10 paragraf yang merupakan penjelas dari paragraph awal yang disebut dengan lead. Di akhir berita dituliskan nama penulis atau reporter yang membuat berita tersebut.

Beberapa waktu kemudian, penulis kembali mengunjungi masjid terkait untuk berbincang mengenai fenomena crosshijaber yang kini sedang heboh dibicarakan warganet. Ust. Eka yang merupakan salah satu pengurus masjid Hidayah Nur Inka menjadi narasumber dari topik yang penulis ambil.

Wawancara dan bincang-bincang tersebut menghasilkan dua buah berita. Berita pertama berjudul "Ust. Eka : Crosshijabers Itu Tanda-Tanda Kiamat". Berita tersebut menjelaskan tentang tindakan menyimpang para crosshijaber yang merupakan salah satu tanda-tanda sudah dekatnya kiamat.

Berita kedua berjudul "Cara Atasi Fenomena Crosshijabers". Berita tersebut berisikan cara yang akan ditempuh pihak pengurus masjid jika fenomena menyimpang itu sampai ke lingkungan masjid terkait. Hal ini didasari atas banyaknya jemaah wanita yang resah akan fenomena crosshijaber.

Semua berita yang penulis tulis di-upload ke media google classroom dan media berita online Dakwahpos.com.

Selain memenuhi kewajiban akan tugas mata kuliah Jurnalisme Dakwah, penulis mendapat pengalaman dan wawasan baru dari hasil kegiatan wawancara dalam pembuatan berita-berita tersebut. Hal ini mencerminkan bahwa ilmu dapat diambil dari mana dan siapa saja, bahwa pengalaman juga dapat menjadi guru terbaik. Penulis juga dapat memupuk silaturahmi kepda orang-orang dan narasumber yang ditemui.

Oleh : Nurbaiti Dwi D / Mahasiswi 3 KPI C UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia