x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

Dibalik kesulitan selalu terselip kemudahan

"Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti dia dapat." Salah satu kutipan mahfudzat saat dahulu di pondok pesantren yang selalu bergema ketika diriku putus asa. Minggu lalu dosen mata kuliah Jurnalisme Dakwah memberikan tugas untuk mencari masjid di derah sekitar Cibiru, Cileunyi dan Panyileukan.

Esok harinya diriku langsung mengajak Nurbaiti untuk mencari masjid bersama-sama. Akhirnya kami pun janji bertemu di kosan ku jam 10 pagi. Saat bae-nama panggil nurbaiti- datang kami pun mencari masjid, pencarian di mulai dari daerah perumahan panyileukan sampai kepada masjid di sekitar Cibiru Hilir. Selama pencarian masjid, kebanyakan sudah di booking oleh teman-teman dan menyisakan beberapa masjid. Namun masjid-masjid yang dijumpai kebanyakan tidak memiliki DKM atau pengurusnya, atau di dalam masjid tersebut kegiatannya tidak ada pelaksanaan shalat jumat yang mana menjadi salah satu syarat penentuan masjid. Hari mulai sore, namun masjid belum kami dapatkan. Hanya da beberapa masjid yang di temui lengkap dengan nomor DKM masjid tersebut. Akhirnya pencarian pun berhenti sampai sore itu.

Ku tuliskan masjid al-Murtadho yang terletak di perumahan Cibiru Wetan, RT 3/13, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ada beberapa kendala yang akan kuhadapi jika mengambil masjid itu sebagai objek tugas. Pertama, jaraknya yang jauh. Kedua, susah menggunakan kendaraan umum atau ojek online. Ketiga, DKM yang susah di hubungi karena banyak kegiatan diluar Bandung. Akhirnya aku putuskan mencari masjid yang lebih dekat, mudah menggunakan transportasi umum, dan kemudahan dalam menemui DKM masjidnya.

Berselang 4 hari, akhirnya aku mencari masjid dengan bantuan google maps. Ku temui masjid di pinggir jalan raya menuju ujung berung namun letaknya sedikit masuk ke sebuah gang kecil. Masjid tersebut adalah masjid Annur. Akhirnya ku hubungi kontak nomor yang ada di informasi tentang masjid tersebut, diriku meminta izin untuk melakukan kegiatan perihal pembuatan berita mengenai masjid Annur kepada DKM. Setelah mendapatkan balasan diperbolehkannya membuat berita tentang masjid Annur, esok harinya aku langsung berangkat diantar oleh teman kosan. Disana diriku meminta izin kembali secara langsung, dan melakukan wawancara guna membuat tugas berita. Adda salah satu kegiatan yang unik di masjid ini, kegiatannya adalah Safari Murojaah yang di dirikan atau dibuat langsung oleh DKM masjid Annur yang ternyata merupakan seorang mahasiswa UIN tingkat atas. Beliau memaparkan bahwa pembentukan kegiatan Safari Murojaah ini untuk mewadahi mahasiswa-mahasiswi yang mau menghafal dan memurojaah (mengulang hafalan) di selang kesib
ukan-kesibukan perkuliahan.

Merasa senang karena adanya informasi yang dapat diangkat dari Masjid Annur ini membuat ku langsung membuat berita saat pulang selepas wawancara. Namun setelah mendengar kembali wawancara yang sudah di rekam ternyata masjid tersebut tidak ada pelaksanaan shalat Jumat yang merupakan syarat pemilihan masjid untuk tugas menulis berita. Akhirnya kutanyakan kembali kepada dosen mata kuliah apakah boleh menggunakan masjid ini. Mengingat banyak kegiatan yang dapat diangkat menjadi berita. Namun, dosen pembimbing mata kuliah tidak mengizinkan menggunakan masjid tersebut. Sudah hampir putus asa tugas tidak akan terkejar pengerjaannya, sedangkan hari pengumpulan tugas sudah semakin dekat, menyisakan 2 hari lagi. Namun ustadzahku di pondok pesantren pernah menyampaikan sebuah mahfudzot Man Jadda Wa Jada. "Semua pasti dapat melaluinya. Selamu dirimu memiliki keinginan maka disitu pun akan ada jalan. Bersungguh sungguh lah dalam suatu hal maka Allah pasti akan mempermudah dan membukakan jalan untu kita." jelas ustadzah Rani ketika menjelaskan mahfudhzot  Man Jadda Wa Jada. Penjelasan ustadzah saat itu agar para santrinya semangat kembali dalam menghafal al-Quran yang di nilai sulit akhirnya membangkitkan kembali semangat kami para santrin-santrinya. Bagitupun diriku saat ini, mengingat penjelasan ustadzah membuat ku yakin bahwa selama aku bersungguh-sungguh maka Allah akan mempermudah segalannya. Akhirnya malam hari diriku memutuskan untuk kembali mencari masjid yang sekiranya dekat dengan kosan dan dapat ku datangi malam itu juga.


Setelah pencarian hampir setengah jam, berkutat di depan layar handphone mencari keberadaan masjid jami' akhirnya kutemukan juga. Sebuah masjid besar di pinggir jalan raya cibiru menuju ujung berung, yang posisinya berada di sebrang masjid Annur sedikit ke kanan. Masjid yang pondasinya banyak menggunakan kayu jati bernama masjid Assiraj. Harapan kembali datang bahwa tugas akan selesai hari esok.

Keesokan harinya, diriku pergi pagi-pagi sekali untuk ke masjid Assiraj guna meminta izin kepada DKM masjid. Ternyata setelah sampai, DKM masjid Assiraj adalah dosen UIN Bandung Fakultas Dakwah dan Komunikasi yaitu Pak Bahrun. Setelah mendapatkan info akhirnya diriku kembali ke kampus lalu bertanya perihal keberadaan Pak Bahrun hari itu. Ternyata beliau sedang menghadiri acara di Bandung Kota. Bertanya sana-sini untuk mendapatkan kontak Pak Bahrun, akhirnya di dapatkan dari grup jurusan. Ku ketik pesan dengan membukanya dengan salam, perkenalan diri, dan meminta izin melakukan kegiatan peliputan di Masjid Assiraj. Pesan ku akhirnya di balas malam hari oleh beliau. Beliau mengizinkan diriku melakukan kegiatan peliputan, namun kendala lainnya datang. Raihan a

Sebuah masjid di perbatasan antara kecamatan Cibiru dan Cileunyi, persis di pinggir jalan perbatasan. Nama masjidnya ialah Masjid al-Hudhorie.

Selepas shalat isya tanpa berfikir panjang lagi, diriku langsung menuju masjid tersebut dengan berjalan kaki yang menghabiskan watu sektitar 25 menit dari kosan ku di manisi. Alhamdulillah setelah sampai aku disambut oleh penjaga parkiran masjid, masjid pun masih di buka untuk umum. Kusampaikan niat ku kepada penjaga parkiran masjid, yang akhirnya beliau mempertemukan ku dengan pengurus Masjid al-Hudhorie. Namanya Opik, tapi sering di sebut Kang Opik. Orang nya sangat baik dan perhatian. Beliau menanyakan maksud kedatangan ku malam-malam seorang diri ke Masjid al-Hudhorie. Kusampaikan maksud dan tujuan ku kepada beliau dan beliau pun mengizinkan diriku membuat berita tentang masjid al-Hudhorie. Hampir satu jam aku melakukan wawancara dengan Kang Opik perihal kegiatan masjid, kondisi masjid dan rencana kedepan untuk masjid al-Hudhorie ini.

Selepas pulang dari masjid al-Hudhorie akhirnya langsung ku ketik informasi yang kudapat menjadi berita. Dan kudaptkan ilmu yang berharga dari Kang Opik perihal hidayah. Beliau seorang yang sangat inspiratif menurut ku. Walau bukan tokoh terkenal, namun perjalanannya dalam hijrah sangat menggetarkan hati. Setelah beliau mendapatkan hidayah dan mulai melakukan hijrah, ia juga tidak melupakan untuk mengajak orang-orang yang dahulu bernasib sama dengan beliau dipandang sebelah mata tanpa ada orang yang mau membimbing ke jalan yang lebih baik.

Setelah ku tulis berita langsung ku kirim, dan akhirnya mendapatkan nilai. Namun keesokan harinya ketika Pak Uwes selaku dosen mata kuliah menjelaskan kembali bagaimana membuat berita yang baik, banyak ku temui kesalahan-kesalahan di dalam berita yang ku buat. Dari judul berita sampai kaki berita, terutama pada lead berita. Akhirnya bapak menyusuh memperbaikinya dan mengirim ulang ke Google Classroom.

Hampir tiap seminggu sekali aku melakukan wawancara ke masjid al-Hudhorie dan menulis berita dari hasil wawancara. Sudah 3 berita yang kubuat akhirnya di muat di Dakwahpos.com. alhamdulillah walau belum sempurna tapi berkat dorongan dan bimbingan dari Pak Uwes akhirnya aku mulai paham sedikit demi sedikit dalam pembuatan berita, walau belum sempurna keseluruhannya. Semoga kelak aku dapat menjadi penulis yang baik.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia