x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Cegah Korupsi dengan Perbaikan Sistem Pendidikan

Korupsi menjadi masalah yang tiada ujungnya menghampiri masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, namun juga hampir di seluruh dunia. Hingga saat ini belum ditemukan solusi yang efektif untuk memberantas korupsi. Segala upaya yang telah dilakukan tidak memberikan titik terang sedikit pun. Tentu ini menjadi tugas kita untuk mencari solusi yang tepat dan efektif untuk memberantas korupsi. Perlu adanya kerjasama semua pihak agar semua ini berjalan dengan baik.

Sebenarnya akar masalah korupsi ini tidak serumit yang kita pikirkan. Semuanya hanya berawal dari satu contekkan yang dilakukan dibangku sekolah. Seperti yang kita ketahui pada saat bersekolah, kita dituntut untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Sistem pendidikan di Indonesia hanya berorientasi pada angka. Pintar atau tidaknya seorang anak dilihat dari besar kecilnya angka. Kebanyakan orang tua juga hanya menghargai anak yang mendapatkan nilai yang tinggi daripada keahlian dan kejujuran yang tinggi. Anak-anak yang malas pun melakukan segala cara untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Mereka tidak peduli baik atau buruknya cara yang dilakukan. Akhirnya mencontek dilakukan demi memperoleh tujuannya tersebut.

Jika kebohongan terus dilakukan oleh siswa, maka hal itu akan mendarahdaging hingga ia dewasa dan masuk dalam dunia kerja. Tak ada lagi perasaan bersalah dalam dirinya ketika ia berbohong. Keegoisan mulai tumbuh dalam dirinya. Mereka tidak peduli pada perasaan orang lain, yang paling penting dirinya bisa hidup mewah dan nyaman. Hingga mereka melakukan segala cara untuk mendapatkan kehidupan mewah tersebut, dan jalan pintasnya adalah korupsi.  

Sistem pendidikan harusnya berorientasi pada kejujuran dan budi pekerti yang luhur. Tuntut para siswa untuk pintar tidak hanya dalam IQ (Intelligence Quotient), namun juga EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient). Para koruptor saat ini adalah orang-orang yang pintar dalam IQ-nya, namun tidak dalam EQ dan SQ.

Para guru juga jangan memaksakan muridnya untuk mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi paksalah mereka untuk dapat menguasai pelajaran. Didiklah mereka agar dapat bermanfaat bagi masyarakat melalui ilmunya bukan melalui nilainya. Berikan juga mereka pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan yang harus dijunjung.

Rubahlah mindset tentang kesuksesan. Sukses atau tidaknya seseorang tidak dilihat dari banyak atau tidaknya uang. Tetapi kesuksesan seseorang dilihat dari seberapa bermanfaatnya dia terhadap orang lain. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kita titik terang untuk memberantas korupsi sampai ke akarnya.


Nur Bayu Tri Santika - Mahasiswa UIN Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia