x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 Desember 2019

Cara Kotor Sang Koruptor

Oleh : Alfian Herdiansyah Suhendar
Korupsi yang memiliki makna "busuk" adalah tindakan pejabat publik, politisi, pegawai negeri serta pihak lain yang terlibat dalam suatu tindakan yang secara tidak wajar dan ilegal dalam menyalahguanakan kepercayaan public yang dikuasakan kepada mereka dengan menguntungkan secara sepihak. Korupsi menjadi masalah yang sangat pelik bagi bangsa Indonesia ini, uang negara tergerogoti oleh para tikus berdasi. Retorika yang mereka sebarkan kepada masyarakat hanya sebuah kedok belaka.
Tingkat kemiskinan semakin meluas yang hingga mencapai 28 juta jiwa yang setara dengan seluruh penduduk Malaysia. Hutang negara yang semakin membengkak mencapai Rp. 2.276.89 trilunan. Ketika para pejabat memiliki rumah mewah, mobil supercar, jam rolex, dan lainnya patut diselidiki apakah pejabat tersebut koruptif atau tidak.
Ada beberapa factor penyebab seorang pejabat korupsi yaitu yang pertama karena kebutuhan, yang kedua adalah factor dari keserakahan dan ketamakan. Untuk factor yang pertama, kebanyakan pejabat memiliki gaya hidup yang tinggi terkadang diselingi dengan gengsi. Dengan perilaku gaya hidup yang tinggi namun tidak diimbangi dengan pendapatan yang diperolehnya maka akan terjadilah tindakan korupsi. Untuk factor yang kedua yaitu sifat tamak atau serakah. Sifat tersebut dimiliki oleh semua kalangan manusia namun kebanyakan orang berkaca karena tidak sesuai dengan apa yang mereka saat ini. Tidak berlaku oleh pejabat yang selalu kurang akan sesuatu disetiap harinya, akhirnya munculah sifat tamak tersebut dengan cara melakukan korupsi.
Lalu bagaimana dampak tindakan korupsi ini terhadap rakyat?. Ya yang pasti rakyat menjadi korban utama. Uang pajak yang seharusnya dapat membangun negara kita tercinta ini namun malah disalah gunakan oleh pejabat untuk memperkaya diri sendiri, rakyat semakin miskin dan banyak hak hak nya yang dilupakan. Situasi pembangunan negara yang semakin tidak kondusip, yang paling berbahaya adalah akan membuat rakyat anti pemerintah lalu melakukan kudeta dikarenakan pejabatnya korupsi.
Apakah kita sudah kalah dalam memerangi korupsi saat ini. Saat sedang merajalelanya korupsi munculah RUU yang mengambil alih kewenangan KPK yang di ambil oleh DPR. Yang seolah olah membunuh secara halus KPK. Kita sebagai mahasiwa sebagai calon penerus pemerintahan bangsa Indonesia harus mencanangkan anti korupsi. Masih banyak cara untuk melawan korupsi dan masih banyak rakyat atau pejabat kita yang jujur. 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia