x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Cara didik orang tua adalah kuncinya


Kedangkalan fikiran atau radikalisme akhir akhir ini masih menjadi fokus pemerintah dalam bidang keagamaan , Menag Fachrul Razi bahkan merencanakan akan merevisi seluruh buku keagamaan dengan tujuan , menghilangkan paham radikalisme dan menghindari paham intoleransi.

Sebetunya tidak ada yang salah dan merupakan usaha yang bagus dalam melawan paham ini , namun seseorang yang memiliki paham radikal atau mengakar biasanya mempunyai sifat eksklusif dan tak jarang menolak mentah – mentah pengaruh dari luar golongannya . Ini ditakutkan program ini malah tidak efektif dan sia-sia.

Memang Radikalisme adalah masalah pikiran yang salah satunya bisa dipengaruhi dari cara belajar dan sumber belajar seseorang , salah satunya pengaruh orangtua yang menjadi sekolah pertama bagi anak . Cara didik orangtua akan membentuk cara berfikir anak pula , karena anak mahir meniru apa yang dilihat dan didengarnya.

Maka jika ingin melawan radikalisme sedari dini dan mengindari paham paham ekstrim maka dari itu kita harus kembalikan kepada cara mendidik orangtua kepada anak , Jika sedari dini anak dididik untuk menjadi tertutup dan bersifat eksklusif maka tidak ada pandangan – pandangan baru yang bisa dikenal anak .

Seharusnya orangtua bisa memahami bahwa masyarakat sekarang ini sangatlah beragam dan tidak mungkin bisa menutup diri dari keragaman itu , maka dari itu anak harus dikenalkan dari kecil cara bermasyarakat yang baik serta menghargai perbedaan . Jangan ajarkan anak untuk membenci dan menjauhi golongan-golongan yang mempunyai perbedaan karakter dari orang kebanyakan.

Menghargai perbedaan haruslah dijadikan prinsip si anak , karena lama kelamaan dia akan tumbuh dan menjadi seseorang yang memiliki jiwa menghargai pula . Dan dia diharapkan akan menolak segala hal yang bersifat mengancam hak – hak orang lain , karena dalam dirinya sudah ada prinsip dasar hidup yang kuat dalam cara bersosialisasi.

Menghargai perbedaan haruslah dijadikan prinsip si anak , karena lama kelamaan dia akan tumbuh dan menjadi seseorang yang memiliki jiwa menghargai pula . Dan dia diharapkan akan menolak .

Maka kesimpulannya radikalisme bisa kita lawan dengan cara mendidik anak dengan menanamkan nilai – nilai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara , sifat menutup diri dan kaku dalam bermasyarakat melahirkan paham radikalisme yang tidak jarang mengarah ke ekstrimisme yang dapat menganam jiwa orang lain.


Ng. Alif Afifah
Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung



Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia