x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Cadar dan Celana Cingkrang Bukan Ukuran Ketaqwaan Seorang Muslim

Dakwahpos.com, Bandung - Pernyataan Menteri Agama yang memiliki wacana melarang untuk menggunakan cadar dan celana cingkrang bagi para ASN (Aparatur Sipil Negara) menuai polemik dari berbagai pihak. Pasalnya kejahatan dan kekerasan seseorang tidak berhubungan dengan agama. Karena hakikatnya agama tidak mengajarkan umatnya untuk berbuat kejahatan, namun jika memang ada seseorang yang melakukan kejahatan dan menjadikan agama sebagai tameng dari kejahatanya tersebut berarti dia termasuk perusak agama. Itu bukanlah bagian dari  keimanan seseorang yang beragama.


Aturan berpakaian yang diatur demi alasan keamanan bagi para ASN (Aparatur Sipil Negara) seharusnya perlu dikoreksi, karena bagaimanapun secara konstitusi itu telah melanggar HAM. Bukan masalah pakaian yang dikatikan dengan keimanan seseorang, bagaimana mentri agama bisa mengukur keimanan seseorang hanya lewat dari pakaian saja. Memang ini dijadikan sebagai upaya untuk menangkal radikalisme dalam beragama. 


 Dalam hal ini, tidak hanya pemerintah saja yang mengambil peran untuk mencegah dan mengatasinya, namun seluruh masyarakat harusnya ikut turut terlibat dalam usaha meminimalisir hal tersebut. Terutama para kaum pemudi-pemuda dikarenakan merekalah yang akan menjadi ujung tombak untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan akan masalah radikalisme. Banyak cara mencegah radikalisme agar tidak semakin menjamur khususnya di negara Indonesia antara lain dengan memperkenalkan ilmu pengetahuan mengenai bahaya radikalisme bagi diri sendiri dan orang lain,  pemahaman yang utuh tentang apa itu radikal bagaimana upaya pencegahanya dan lain sebagainya. 




created by : Nurhana R (KPI/3C)

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia