x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 Desember 2019

BPJS Naik? Tidak!

Allah SWT  menciptakan manusia berbeda-beda di dunia ini. Tentunya  kehidupan yang berbeda-beda. Ada manusia yang kaya dan manusia yang miskin semuanya sudah di atur oleh Allah, tinggal balik kepada diri kita sendiri aja mau berubah apa tidak cara pola kehidupan kita itu, yang mana bisa berubah orang kaya menjadi lebih kaya dan yang miskin bisa menjadi kaya. Disini pun kita diciptakan berpasang-pasangan termasuk kondisi sehat adapun saatnya sakit. Jika berbicara tentang kesehatan ya pastinya sehat itu mahal. Ketika kita sakit pasti tidak enak jika membicarakan masalah sakit pasti terkadang suka mengeluh, karena belum memeriksa keadaan fisik kedokternya, belum mikirin daftar ke rumah sakitnya, belum juga beli obatnya pokonya sakit itu banyak mengeluarkan yang namanya uang dan lain sebagainya.

Dalam aspek ketimpangan sosial di lingkungan masyarakat ada yang namanya BPJS, BPJS ini mempermudah masyarakat dalam mengontrol kesehatan secara gratis, namun hanya sebagian saja yang mendapatkan BPJS, saya sedikit kesal karna kebanyakan yang dapat BPJS itu terkadang orang yang mampu juga dapat sedangkan orang yang kurang mampu hanya sebagian.

 Lalu tiba-tiba ada berita bahwa iuran BPJS ini bakal naik dan saya sangat tidak setuju, kenapa? Ya karna ya nyusahin rakyat gitu, masa apa-apa serba naik sih nyusahin rakyat aja. Terkadang mungkin karna adanya permasalahan terjadinya deficit pada BPJS kesehatan dan yang pastinya akan menimbulkan kecurangan dalam data datanya itu demi mendapatkan per unit pasien lebih besar dari penggantian BPJS Kesehatan.

 Lalu selain rumah sakit yang bersikap curang, ternyata perusahaan juga melakukan kecurangan saat membuat laporan ke BPJS Kesehatan, kecurangan tersebut di antaranya mereka melaporkan jumlah karyawan yang lebih sedikit dari jumlah yang sebenarnya dan mereka juga membuat laporan untuk mengecilkan gaji karyawan. Selain itu juga ada kasus pelayanan yang tak sebanding dengan anggota peserta BPJS, seperti pada dasarnya kebanyakan perusahaan itu mengetahui jumlah keseluruhan konsumen terlebih dahulu kemudian mereka mempertimbangkan langsung berapa banyak lagi pelayanan yang harus di tambah.

 Nah, sudah jelas ini berbalik beda dengan adanya kasus BPJS Kesehatan, pihak BPJS ini memiliki pelayanan yang sangat banyak padahal kenyataan jumlah peserta sedikit, tetapi pada datanya terlihat jumlah peserta itu 223,3 juta orang, sedangkan pelayanannya sejumlah 233,9 juta.

Tetapi dalam permasalahan ini sudah paham kan bahwa yang salah itu bukan rakyat tetapi para petugasnya itu yang salah bukan rakyat,  jadi janganlah yang salah petugas BPJS itu tapi akibat dari kesalahan para petugas itu ditimpakan kepada rakyat dengan diadakannya iuran kenaikan BPJS. Jadi, saya harap semoga kedepannya masyarakat dapat pelayanan kesehatan gratis.

Ismi Suryana Putri

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati

Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia