x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 Desember 2019

Bersatulah dan Janganlah Berpecah Belah

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman suku, budaya, bahasa dan agama. Di Indonesia agama tidak hanya Islam, namun juga ada Hindu, Budha, Protestan, Katolik dan Konghucu. Bahkan ada juga yang masih menganut aliran kepercayaan. Semuanya itu adalah Indonesia. Tidak boleh ada yang mengklaim ini itu. Tidak boleh ada yang mayoritas atau minoritas. Semuanya semestinya memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Itulah Indonesia.

Indonesia memiliki satu dasar negara yaitu Pancasila, yang salah satu silanya berbunyi "Persatuan Indonesia". Ditambah  dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetap satu tujuan. Ini menandakan bahwa di Indonesia sangatlah menjunjung tinggi rasa Persatuan dan Kesatuan. Hal itu dibuktikan dengan adanya rasa toleransi antar umat beragama. Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat toleransi yang sangat tinggi. Toleransi ini bisa kita rasakan dari dulu hingga saat ini. Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk saling meminta maaf, saling mengucapkan salam, saling bertegur sapa ketika bertemu di luar rumah, dan lain sebagainya. Dan semua nilai-nilai itu bisa kita temukan dalam setiap agama yang ada di Indonesia. Mulai dari Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha hingga Konghucu. Semuanya bisa hidup berdampingan dalam wadah negara kesatuan republik Indonesia.

Semangat menjaga persatuan dan kesatuan ini pada dasarnya juga dijelaskan dalam Al Quran, "dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara." (QS Ali Imran:103).

Ayat ini menegaskan bahwa Islam, agama yang paling banyak diyakini oleh masyarakat Indonesia, pada dasarnya juga menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Perintah untuk menjaga persatuan dan jangan tercerai berai, pada dasarnya merupakan perintah dari Allah SWT. Dalam berbagai kitab agama lain selain Islam, juga mengedepankan perdamaian dan persatuan. Bahkan, nilai-nilai kearifan lokal yang tersebar dari Aceh hingga Papua, juga mengedepankan persatuan dan kesatuan. Perpaduan antara nilai-nilai agama dan kearifan lokal inilah, yang akan menjaga keberagaman bagi Indonesia kedepan. Dan perpaduan keduanya, terbukti telah memupuk kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Tak heran jika nilai-nilai keagamaan, persatuan dan kesatuan inilah yang kemudian diadopsi dalam sila pertama dan ketiga dalam Pancasila

Seringkali nilai-nilai keagamaan, disalahgunakan dan direduksi untuk kepentingan yang tidak baik. Kata jihad direduksi menjadi perilaku kekerasan. Padahal jihad yang sesungguhnya adalah mengendalikan hawa nafsu dan berlomba untuk berbuat kebaikan. Bentuknya bisa beraneka macam, sesuai dengan latar belakang kita masing-masing.

Dengan memahami agama secara utuh, kita akan bisa melihat segala persoalan secara objektif. Dengan memahami agama secara benar, kita akan mempunyai filter yang kuat. Karena agama pada dasarnya menuntun setiap manusia untuk menuju jalan yang benar. Dan salah satu ajaran yang benar adalah menjaga persatuan dan kesatuan. 

Untuk bisa mewujudkan semua itu, tentu harus menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan kita semua tahu, apa itu perintah dan larangan-Nya. Lalu, apakah ujaran kebencian yang mengatasnamakan agama dibenarkan? Jika kita sepakat mengatakan tidak, maka menjadi tugas kita untuk menjauhkan bibit radikalisme dari generasi penerus negeri ini. Agama justru menganjurkan kepada semua pemeluknya, untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan. Karena itulah, menjadi tugas kita semua untuk saling mengingatkan agar agama tidak terus disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia