x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

Berfikir Secara Terbuka, Logis dan Dinamis Mampu Tanggal Bahaya Radikalisme

'dakwaspos.com, - Bandung - Radikalisme adalah salah satu paham yang berkembang di Indonesia dari sejak masa orde baru (ORBA) hingga jaman now. Pemahaman masyarakat pun terkait radikalisme ini sangat beragam. Ada yang mengatakan bahwa radikalisme adalah paham "Garis Keras", ada juga yang mengatakan radikalisme adalah cikal bakal gerakan ISIS, dan ada pula yang mengatakan bahwa radikalisme adalah segolongan orang yang terlalu "ke kanan-kananan" dalam mengamati kondisi negara hari ini, baik dari asas maupun sistem demokrasi negaranya.
Dari banyak pemahaman tersebut, isu radikalisme kini menjadi sangat viral diperbincangkan dalam berbagai kegiatan bahkan hingga dalam proses pembelajaran mahasiswa.

Tak sedikit pula, artikel atau blog yang mengulas tentang isu ini. Karena pesatnya penyebarluasan isu tentang radikalisme, kita sebagai bagian dari Negara yang diisukan sedang terancam gerakan dan paham radikalis patut mewaspadai, mengkaji kebenaran secara terbuka dan objektif hingga kita pun dituntut untuk mampu mencegah bahaya dari gerakan radikalisme.
Hal yang kemudian menjadi sangat berbahaya dari gerakan dan paham radikalisme adalah munculnya pemikiran yang sangat radix atau mengakar terhadap segala sesuatu. 

Dapat dikatakan sebagai paham yang hanya meyakini kebenaran dari kaum atau golongannya saja. Lebih parah lagi, hingga menyalahkan paham dari golongan lain dan tidak mau menerima perbedaan dari pemahaman yang ada. Bahkan, tak segan mengkafirkan golongan yang tidak sejalan dengannya.

Kita patut waspada bilamana ada orang dengan ciri-ciri seperti itu, kita juga harus mampu untuk mencari tahu kebenaran secara objektif, misalnya mencari tau fakta yang aktual dari berbagai sudut pandang golongan. Adapun untuk mencegah radikalisme ini, kita harus memupuk kesadaran dan kelogisan berfikir kita dalam melihat dan mendengar isu radikalisme yang berkembang. Kita harus secara aktif berfikir terbuka dan dinamis, menghargai perbedaan dan juga meningkatkan rasa cinta kedamaian. 

Dengan begitu, diri kita akan mempunyai layaknya benteng yang membatasi perilaku, sikap maupun tindakan dari paham yang kuno dan merasa pahamnya paling benar.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia