x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Banjir Bukan Hanya di Dataran Rendah saja

Oleh : Muhammad Iqbal
Dakwahpos.com,BANDUNG- Musim hujan adalah musim yang mungkin diharapkan dan tidak diharapkan oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Bagaimana tidak, hujan menjadi berkah dari tuhan yang maha kuasa dalam menunjukkan kehebatannya dalam mencukupkan kebutuhan umatnya. Musim kemarau yang minim akan air untuk kebutuhan sehari-hari terbayar dengan hujan yang membawa air untuk mencukupkan kebutuhan kita. Sumur-sumur kering, sawah-sawah kering, dan sungai-sungai kering kembali subur dan terisi sehingga kebutuhan air yang didamba-dambakan masyarakat pada musim kemarau pun terpenuhi. Namun, di mana ada nilai positif atau kelebihan, di sana ada kekurangan atau nilai negatif dari musim penghujan ini. Problem utama dari musim hujan ini adalah melebihnya debit air yang tidak terkontrol. Ya, ia adalah banjir. 2018 kemarin kita dikejutkan dengan terjadinya banjir di daerah Garut, Jawa Barat. 
Bagaimana tidak, garut adalah dataran tinggi yang biasanya minim akan banjir. Tetapi karena kejadian itu, ter patahkanlah bahwa daerah dataran tinggi minim akan banjir, akhirnya banjir juga dengan merendam berbagai rumah di sana. Sehingga masyarakat sekitar pun harus melakukan evakuasi ke daerah lain yang tidak banjir. Setelah diusut, ternyata alih fungsi lahan lah yang menjadi sebab mengapa Garut bisa terkena banjir. Tanaman berakar tunggal yang kokoh seperti pohon jati dan lain-lain yang mampu menyerap debit air dalam tanah dengan kuatnya atau banyak, diganti dengan tanaman berakar serabut seperti tanaman kentang yang hanya bisa menyerap sedikit air di tanah dan tidak bisa menahan pergerakan tanah yang terlalu banyak menampung air. 
Dari kasus ini, perlu diperhatikan bahwa pemerintah melalui Perhutani, harus menjaga alam dan pandai dalam mengelola lahan. Agar kejadian banjir di garut, tidak kembali terulang. Jangan sampai niat baik untuk menambah penghasilan rakyat, berubah menjadi hak buruk dan tidak mengenakkan bagi mereka sendiri. Pemerintah seharunya bisa melakukan sosialisasi yang baik, sehingga masyarakat pandai dalam mengelola lahan mereka. Mari sama-sama saling mengingatkan, saling menguatkan, dan jangan lupa jaga alam kita. Jangan rusak alam kita, karena bila sudah rusak, apa yang akan kita wariskan kepada cucu kita di masa depan?. 
Muhammad Iqbal, Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Cipadung-Bandung, 087834563533


Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia