x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

Bagaimana Cara Kita Mencegah Radikalisme

Arti kata radikal adalah pemikiran yang sampai mengakar. Di dalam ilmu pengetahuan, radikal yang positif itu diperbolehkan, seperti contohnya para kaum muda yang berpikir radikal untuk membuat suatu perubahan yang awalnya sulit untuk diwujudkan menjadi terwujudkan. Yang tidak diperbolehkan itu adalah radikal yang berusaha mengubah ideologi negara. Kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dari makna radikalisme.

Radikalisme adalah suatu ideoligi dan paham yang ingin melakukan perubahan pada system sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan. Inti dari tindakan radikalisme adalah sikap dan tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan.

Ciri-ciri radikalisme adalah melakukan upaya penolakan secara terus-menerus dan mereka menuntut perubahan drastis yang diinginkan terjadi, tidak segan-segan menggunakan cara kekerasan dalam mewujudkan keinginan mereka, memiliki keyakinan yang kuat terhadap program yang ingin mereka jalankan, dan beranggapan bahwa semua pihak yang berbeda pandangan dengannya adalah salah. Ada beberapa faktor penyebab radikalisme, yaitu faktor pemikiran, faktor ekonomi, faktor politik, faktor sosial, faktor psikologis, dan faktor Pendidikan. Dan cara kita untuk mencegah radikalisme yaitu dengan memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar, menanamkan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar, meminimalisir kesenjangan sosial, menjaga persatuan dan kesatuan, mendukung aksi perdamaian, berperan aktif dalam melaporkan radikalisme, meningkatkan pemahaman akan hidup kebersamaan, menyaring informasi yang didapatkan, dan ikut aktif mensosialisasikan radikalisme.

Oleh sebab itu, sebagai masyarakat Indonesia, kita harus pintar ketika menerima informasi dari mana pun dan harus menyaring kembali apakah informasi itu benar atau tidak sebelum kita sebarkan kembali informasi tersebut kepada masyarakat, kita harus bijak dalam berideologi sebelum menyampaikan ideologi tersebut kepada seluruh masyarakat, dan kita harus teguh pendirian agar tidak mudah didoktrin oleh orang lain.


Muhammad Rifki Irawan

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia