x
BREAKING NEWS

Jumat, 08 November 2019

Santri Pondok Pesantren Al Ihsan Ramaikan Masjid Al Mubarok

Dakwahpos.com, Bandung – Santri Pondok Pesantren Al Ihsan Cibiru Hilir ini meramaikan masjid Al Mubarok dengan kegiatan mengaji. Masjid yang diketuai oleh Ust. Ipin ini adalah masjid yang kesehariannya biasa digunakan oleh santri sebagai tempat untuk menunjang kegiatan santri Pondok Pesantran Al Ihsan dan warga sekitarnya.  

" Masjid ini biasanya digunakan oleh santri pondok pesantren Al Ihsan untuk kegiatan mengaji dan kegiatan yang lainnya, juga pada waktu – waktu tertentu biasanya digunakan oleh ibu – ibu pengajian ," ujar Ust. Tantan Taqiyudin yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al Ihsan, Cibiru Hilir ketika diwawancarai oleh Dakwahpos.com, Selasa ( 05/11/2019 ).

Masjid yang terletak dipinggir jalan utama Cibiru Hilir ini memang bukan Masjid milik Pesantren Al Ihsan, namun karena lokasinya yang sangat dekat dengan Pondok Pesantren Al Ihsan maka Masjid ini biasa dijadikan sebagai tempat kegiatan bagi santri seperti Sholat berjamaah, mangaji, dan kegiatan santri yang lainnya. 

Ust. Tantan Taqiyudin juga menjelaskan bahwa " kami dari pihak pengurus Pondok Pesantren Al Ihsan bekerja sama dengan DKM Masjid Al Mubarok yakni Ust. Ipin untuk meramaikan Masjid ini dengan cara mengadakan pengajian bagi para santri setiap selesai solat Fardu yakni ba'da Ashar, Magrib, Isya dan Subuh, dan untuk ba'da Dzuhur tidak diwajibkan bagi santri karena melihat kepada aktivitas santri yang notabennya adalah Mahasiswa. Jadi, kalau waktu Dzuhur para santri masih berada di kampus ". 

"Selama santri masih berada di pondok pesantren ini dan bukan pada waktu libur, maka Masjid ini selalu ramai  terlebih oleh Santri. Namun jika waktu libur telah tiba khususnya libur semester, masjid ini menjadi sepi dikarenakan banyak santri yang pulang ke rumah masing – masing untuk melepas rindu dengan sanak keluarganya dan sebagian warga sekitar yang juga ikut pulang ke kampung halamannya masing – masing karena notabene sebagian warga sekitar merupakan para perantau yang mengadu nasib di daerah ini yang bekerja dengan berjualan kebutuhan bagi para santri, jikalau santrinya pulang, para pedagangpun ikut pulang dan masjid menjadi sepi, " pungkas Ust. Tantan Taqiyudin.

Reporter : Ani Yulistiani, KPI /3A

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia