x
BREAKING NEWS

Jumat, 18 Oktober 2019

Perbedaan Pendapat Wajar, Merusak Keutuhan NKRI Kurang Ajar

Oleh: Cucu Suarsih

Lima tahun sudah berlalu, pertikaian dan perselisihan mewarnai masa-masa kampanye untuk memenangkan sang calon. 
Perbedaan perndapat sampai fanatic golongan sudah tidak diragukan lagi, dan pasti selalu ada konflik yang menghiasi dunia politik yang kian memanas di puncak ini.

Pesta demokrasi yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dipersiapkan dengan matang dengan berbagai konsep telah menemukan sang pemenang. 
Meskipun kita tidak menemukan wajah baru sang petinggi negara, tapi perubahan-perubahan sedikit demi sedikit mulai terasa meskipun pelantikan belum dilaksanakan.

Menyatukan dua pemikiran yang berbeda memang sangat sulit terutama perbedaan ideologi bahkan dalam masalah politik sekalipun. 
Adanya aksi oleh salah satu pendukung kubu lawan yang sempat menjadi pembicaraan mulut ke mulut di masyarakat menjadi salah satu buktinya. 
Aksi ini adalah sebuah penolakan tidak setujunya hasil quick count yang dinilai curang yang dilakukan oleh kubu paslon nomor 01.

Menjaga keutuhan dan ketentraman masyarakat Indonesia yang majemuk ini bukannya hal yang mudah. 
Bahkan banyak korban jiwa karena mendukung pilihannya. 
Hingga adanya rumor sepasang suami istri yang bercerai karena berbeda pendapat dengan pasangannya, juga banyaknya permusuhan di setiap kubu menjadi sebuah ancaman disintegritas sosial di Indonesia ini yang menjadi ancaman terbesar perpecahan masyarakat.

Menghargai setiap pendapat mungkin bisa menjadi solusi. 
Jangan pernah termakan omongan orang-orang yang menjelek-jelekkan salah satu paslon juga menjadi jalan pintas. 
Serta kita harus mengexplore lebih dalam lagi tentang sang paslon dengan bijak dan dari sumber yang terpercaya. 
Kenali pendidikan politik sejak dini, karena politik erat kaitannya dengan kehidupan sosial dan masyarakat.

Siapapun pemimpinnya, Saya berharap semoga Indonesia selalu menjadi negara yang aman dan tentram. 
Karena yang paling penting adalah terbentuknya integritas sosial yang matang, itu sudah menjadi prestasi yang cukup besar bagi sang pemimpin. 
Kita harus selalu menjaga keutuhan NKRI bersama-sama. 
Tinggalkan kepentingan ego semata, melangkah lebih maju dan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk Indonesia yang lebih baik.

Cucu Suarsih, Mahasiswi KPI UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia