x
BREAKING NEWS

Minggu, 20 Oktober 2019

PENTINGNYA MENJAGA EKOSISTEM HUTAN

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan dan Sumatera semakin parah saja, menurut data yang dilansir dari situs iku.menlhk.go.id, pada 16 September 2019 pukul 15.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Pencemar Udara (ISPU) di Palangkaraya (Kalimantan Tengah), mencapai angka 500. Artinya, kualitas udara di area tersebut mencapai level berbahaya bagi semua populasi yang terpapar.

BMKG juga menunjukkan kualitas udara di Riau (Pekanbaru) pada 16 September 2019, pukul 18.00 WIB, berada pada level berbahaya atau angka 327 µgram/m3. Sedangkan di Pontianak, konsentrasi PM10 sempat menyentuh level berbahaya pada Senin, pukul 16.00 WIB, tepatnya 383,81 µgram/m3. Semakin kesini angka tersebut terus menurun ke level Sangat Tidak Sehat atau 293,73 µgram/m3 pada pukul 18.00 WIB. Kualitas udara di Sampit (Kalimantan Barat), yang berbahaya pada Senin pagi, turun ke level Sangat Tidak Sehat dengan konsentrasi PM10 226,6 µgram/m3, saat pukul 18.00 WIB.

Parahnya pencemaran udara yang terjadi di beberapa area tersebut sangat menggangu segala populasi disekitarnya, terutama kesehatan makhluk hidup dan stabilitas ekosistem lingkungan di area tersebut. Orang-orang mulai mengalami gangguan kesehatan seperti mata perih, penyumbatan pada hidung, infeksi saluran pernapasan, dan lebih miris lagi banyaknya bayi dan balita yg meninggal karena penyakit paru-paru.

Sungguh ironis, daerah yang tempo dulu dijuluki sebagai paru-paru dunia saat ini malah menjadi masalah untuk paru-paru para penghuninya. Bagi orang-orang yang tinggal di sekitar daerah itu, bernafas lega adalah sesuatu yang mahal rasanya.
Kemudian timbulah pertanyaan, siapakah biang kerok dibalik semua kekacauan ini?

Irjen Mohammad Iqbal (Kepala Divisi Humas Polri) mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menetapkan 249 pelaku dan enam perusahaan sebagai tersangka penyebab kebakaran hutan dan lahan.
Menurut saya, kasus Karhutla ini bukan hanya tanggung jawab hukum semata. Upaya penyadaran akan pentingnya menjaga ekosistem lingkungan juga perlu ditingkatkan. Semua elemen masyarakat khususnya perusahaan yg punya kepentingan terhadap hutan harus selalu sadar akan pentingnya menjaga ekosistem lingkungankungan.

Fariz Yusran
Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia