x
BREAKING NEWS

Senin, 21 Oktober 2019

Orang Utan : Kami Tinggal DImana?

Oleh : Faizal Rafly Handiyono

Kebakaran hutan yang menimpa hutan di Kalimantan bedampak buruk bagi kehidupan disekitarnya. Hutan dan Karhutla (lahan) di Kotawaringin Timur kalimantan adalah salah satu kawasan yang dilalap si jago merah. Akibat kejadian tersebut salah satu jenis satwa endemik kalimantan yaitu Orang Utan lari keluar dari dalam hutan, bahkan ada yang mati hangus dilalap api yang membakar lahan gambut tersebut. Satwa yang dikategorikan sebagai Endagered Species atau satwa yang dilindungi itupun masuk ke kawasan pemukiman warga demi melindungi dirinya dari api dan asap yang menyerang tempat tinggalnya.

Setelah meninjau kebakaran hutan yang menimpa kalimantan itu, akhirnya ditemukanlah penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Diduga kebakaran hutan itu disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri yang sengaja membakar hutan dengan praktik land Clearing memanfaatkan musim kemarau agar mudah dan murah. Ini dilihat dari lahan sawit dan tanaman industri tidak ikut terbakar dalam kejadian tersebut.

Lalu siapakah yang bertanggung jawab atas kejadian ini jikalau hutan yang seharusnya rumah bagi satwa endemik didalamnya dan manfaat bagi warga sekitarnya justru habis hangus terbakar. Hal ini sangat memprihatinkan sekali mengingat Indonesia sudah dikenal sebagai paru-paru dunia namun setelah kejadian ini sejatinya indonesia jauh dari kata layak dikatakan sebagai paru-paru dunia.

Belum lagi dampak akibat kebakaran tersebut yaitu asap yang mengganggu pernafasan. Warga disekitar kalimantan harus menutupi hidungnya dengan masker supaya terlindungi dari asap kebakaran hutan di kalimantan. Lalu bagaimana nasib orang utan yang masih tinggal didalamnya? Apakah mereka akan mati sia-sia terbakar ataukah mereka akan mati menghirup racun yang tiap detik mereka hirup?

Jawaban atas semua permasalahan ini ada di diri kita sendiri. Kita sebagai warga Indonesia bertanggung Jawab Penuh atas kebakaran yang ada di Kalimantan. Bagaimana kita berusaha mencari pelaku kejadian terseebut dan  melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan jikalau bencana ini terjadi lagi.

Tentunya kita masih ingin melihat alam yang sejatinya damai dan tenang bisa menjadi rumah yang nyaman bagi satwa yang ada di dalamnya, terkhusus Orang Utan yang menjadi satwa endemik Kalimantan itu sendiri. Dan bagaimana cara kita bisa menjaga itu semua supaya anak cucu kita bisa merasakan indahnya alam serta satwa di dalamnya di kemudian hari.

Faizal Rafly Handiyono
Mahasiswa KPI UIN Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia