x
BREAKING NEWS

Senin, 21 Oktober 2019

Mirisnya Jika Korupsi Jadi Tradisi

Mirisnya Jika Korupsi Jadi Tradisi

Menurut CNN Indoneisa, bahwa Indonesia menempati peringkat ke 90 dalam indeks presepsi korupsi dunia. Merupakan kebanggaan tersendiri ketika Indonesia dapat dikenal oleh berbagai dunia, namun sayangnya bukan dalam hal baik Indonesia dikenal oleh mereka terlepas dari korupsi, kepopulerannya tak kalah banyak dikenal karena banyaknya sampah, banjir, kemacetan, pengangguran dan hal buruk lainnya yang memunculkan dalam benak mereka tentang Indonesia.

Sebagaimana telah dipaparkan oleh CNBC dalam sebuah cuplikan video di youtubenya "Selama periode kepresidenan tahun 2014-2019, ada sejumlah pejabat negara yang menjadi tersangka korupsi. Sebagian bahkan sudah divonis penjara oleh Pengadilan Tipikor. Mulai dari pimpinan DPR, hingga dua orang menteri di Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Kasus korupsi yang melibatkan pejabat ini, telah merugikan negara hingga Triliunan Rupiah". Disana dipaparkan ada beberapa orang telah disumpah dan melanggarnya dengan begitu saja.

 Begitu juga berita-berita lain yang menginformasikan pejabat ini korupsi, pejabat itu korupsi, dan lain-lain. Pada minggu (28/7/2019) di beritakan bahwa Bupati Kudus yaitu Muhammad Tamzil terancam mendapatkan hukuman mati, dikarenkan ia telah melakukan korupsi untuk yang ketiga kalinya dengan kasus yang sama. Bisa kita lihat dari informasi tersebut bahwa korupsi kini dianggap sebagai hal yang sangat biasa, bahkan mungkin seperti sudah tradisi para pejabat. Sungguh miris melihat negeri ini dengan begitu banyak hutangnya, masalah kemiskinannya, pengnggurannya, dan kejujuran mereka (pejabat) yang seolah semua penjabat itu adalah pendusta.

Sejatinya hukuman mati harus benar-benar ditegakkan ketika keadilan memang sudah buta terhadap uang. Keadilan sekecil apapun harusnya ditegakkan walaupun itu sangat kecil, karena hal besar itu timbul dari hal hal yang paling kecil. Ketika dari dulu kita menganggap bahwa bohong itu adalah hal yang biasa, maka sampai kapanpun, dimanapun maka bohong itu adalah hal biasa. Walaupun sedang menjabat di pemerintahan paling tinggi, ketika sudah beranggapan tentang bohong adalah hal biasa maka akan tetap seperti itu. Ada pula pribahasa yang menyatakan "Berkatalah jujur walau itu pahit", ketika memang seseorang telah di didik dengan baik dan ia tetap berpegang teguh pada pendiriannya dan ia mengakui adanya Tuhan, maka pemerintahan akan berjalan dengan baik, aman, sejahtera, dan akan makmur Sentosa.

Eli Melani Kholifiah, Mahasiswi UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia