Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mana Airku ?

Sabtu, 19 Oktober 2019 | Oktober 19, 2019 WIB | 0 Views Last Updated 2019-10-20T22:27:05Z

Oleh: A. Ghilman Faza   

Musim kemarau berkepanjangan di berbagai wilayah Indonesisa mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat sekitar yang dapat menyebabkan dampak bencana  kekeringan dan kekurangan air.

Penyebab kemarau berkepanjangan ialah diakarenakan suhu permukaan laut disekitar wilayah Indonesia cukup dingin sehingga potensi pemappan terbentuknya awan hujan itu sangat minim. Beberapa wilayah yang mengalami kekeringan diantaranya Jawa, Bali, Lampung, dan Nusa Tenggara.

Seperti halnya di pulau Jawa dampak paling buruk ialah yang dirasakan oleh petani dalam mencari mata pencahariannya. Kekeringan lahan seperti ini membuat petani tidak dapat menanam padi dikarenakan sumber air tidak ada.

Sementara selain kekeringan yang dirasakan petani, masyarakat sekitar pun mengalami krisis air bersih, hal ini membuat masyarakat harus mengeluarkan uang  untuk membeli air bersih dari para pedagang itupun bila ada.

Maka antisipasi yang harus dilakukan pemerintah harus menambah ketersediaan air, baik air bermutu atau tanah yang di daerah rawan kekeringan. Sementara wilayah yang rentan kebakaran lahan dan hutan harus dibantu dengan membuat hujan buatan.

Meski mengalami pemunduran, musim kemarau di Indonesia diprediksi akan segera berakhir. Menurut badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) peralihan musim kemarau ke musim hujan di Indonesia akan terjadi pada bulan November atau Desember. Dan beberapa wilayah pun sudah musim hujan terlebih dahulu diantaranya aceh Sumatra utara, Sulawesi  dan lain sebagainya.
×
Berita Terbaru Update