x
BREAKING NEWS

Senin, 21 Oktober 2019

Korupsi Kapan Berakhir


Oleh: Afifatus Solichah
Korupsi, hal yang sudah tidak asing lagi dan masalah yang tak kunjung usai. Bagaimana tidak? Setiap tahun pasti ada saja kasus korupsi yang terjadi. Bukan hanya satu atau dua kasus, melainkan lebih dari itu. Dan korupsi yang terjadi bukan dalam jumlah yang sedikit. Bahkan ada kasusu korupsi yang sudah terjadi bertahun-tahun dan baru terbongkar saat ini.
Korupsi terjadi karena sifat manusiakarena tidak pernah merasa puas dan tidak pernah merasa bersyukur dengan apa yang di dapat. Selalu berpikir apa yang ia inginkan harus di dapatkan harus didapatkan. Bahkan bisa di katakana pula sebagai keserakahan manusia. Keserakahan yang menjadi kebutuhan yang tidak berujung.
Pelaku korupsi (koruptor) ini biasanya adalah para wakil rakyat. Aneh bukan? orang yang seharusnya menjadi wakil dari rakyat. Padahal sudah jelas, mereka berpendidikan tinggi yang pasti di ajari etika. Tetapi, malah merka sendiri yang menjadi pencuri. Dan seakan tidak mempunyi rasa malu.
Sepertinya harapan rakyat agar korupsi tidak adalagi akan sulit untuk terelisasikan. Melihat dari kasus korupsi yang semakin meningkat setiap tahunnya. Apalagi DPR berencana untuk merevisi Undang-Undang KPK. Dimana KPK yang selama ini dinilai sebagai lembaga pemberantas korupsi dan mempunyai wewenang, malah dibatasi karena adanya RUU KPK ini.
Dan sepertinya betul para pelaku korupsi ini hanya membuat janji manis belaka. Terlihat baik ketika ada pemilihan dan banyak membuat janji-janji agar mendapat simpati rakyat. Tapi nyatanya janji tetaplah janji yang tanpa bukti. dan ketika menjadi koruptor, tidak ada rasa bersalah sama sekali kepada rakyat yang telah di bohongi. Padahal yang membuat mereka duduk di kursi itu adalah rakyat dan bukan mereka sendiri.
Agaknya hal ini harus dibenahi agar tidak merugikan negara. Harus ada tindakan tegas dari semua pihak. Dan orang yang duduk di kursi pemerintah harus mempunyai etika dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Bukan hanya di awal saja, tetapi harus sampai akhir. Dan harus dinilai latar belakang pendidikan dan agamanya. Sebab jika hanya melihat latar belakang pendidikan saja, pasti akan tergoda dan serakah. Jika mempunyai dasar agama yang kuat pasti akan menjadi wakil rakyat yang amanah. Dan pendidikan tentang kejujuran dan amanah harus diterapkan sendini mungkin agar korupsi bisa berakhir.

Afifatus Solichah, Mahasiswi UIN SGD Bandung

Lampiran :

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia