x
BREAKING NEWS

Senin, 21 Oktober 2019

Kenaikan BPJS, Apakah sudah tepat?

  Kebijakan – kebijakan baru pemerintah yang terkadang menuai polemik
membuat masyarakat bingung. Pasalnya, adanya kebijakan baru tentang
kenaikan BPJS ini dikarenakan tidak seimbang nya antara pemasukan
iuran dan pengeluaran pelayanan BPJS tersebut.

  Karna hal ini membuat pertanyaan baru dibenak masyarakat " Apakah
BPJS kesehatan ini mungkin akan bangkrut? ". IDI (Ikatan Dokter
Indonesia) menekankan kenaikan iuran BPJS kepada pemerintah

  Pemerintah Menkeu (Menteri Keuangan), Sri Mulyani mengusulkan iuran
BPJS dinaikan hingga 100 % .Beliau pun mendapat beragam kritikan dari
berbagai pihak. Keterkaitan defisit BPJS ini membuat keresahan di
masyarakat.

  Kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup.
Ditengah beban hidup yang kian berat, menaikan iuran BPJS ini dianggap
tidak tepat. Jika ada yang mengatakan " apakah manfaatnya (BPJS) akan
terasa apabila dia sakit?"  justru disitulah adanya ketidakpastian
BPJS tersebut.
  Disisi lain juga bahwa sebagian masyarakat ini telah merasakn
bantuan BPJS. Mungkin yang sakit sangat terbantu sekali tetapi bagi
yang tidak sakit, tidak mendapatkan apa – apa .

  Seharusnya kebijakan ini menyediakan pelayan kepada masyarakat
secara Cuma – Cuma. Dan demikian tanggungjawab yang harus diberikan
oleh penguasa kepada rakyatnya. Menyediakan layanan kesehatan secara
gratis. Tanpa membedakan golongan atas maupun bawah, semua harus
mendapatkannya sesuai kebutuhan. Karena kesehatan adalah kebutuhan
dasar, yang pasti setiap orang pasti memerlukannya.

Penulis, Mahasiswi KPI UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia