Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kebakaran Hutan Menyiksa Warga

Senin, 07 Oktober 2019 | Oktober 07, 2019 WIB | 0 Views Last Updated 2019-10-08T01:03:30Z

Oleh : Ali Sulthon

Kebakaran hutan di Kalimantan ini menyebabkan keresahan di masyarakat dikarenakan menimbulkan kabut asap  yang sangat tebal, sehingga warga tidak dapat berkativitas seperti biasanya.Kabut asap ini juga dapat menyebabkan sesak nafas dan pusing jika kita menghirupnya terlalu lama ,apalagi jika warga yang menghirupnya mempunyai riwayat penyakit asma dan riwayat penyakit lainnya.

Selain menyebabkan timbulnya penyakit , beberapa bandara di daerah Kalimantan juga ditutup sementara.Salah satunya yaitu bandara "TJILIK RIWUT PALANGKARAYA" dikarenakan jarak pandang hanya sekitar 600 meter saja sementara jarak pandang normal untuk melakukan penerbangan itu harus diatas 1 km.

Bencana asap ini terjadi ditengah pemerintah mau memindahkan ibu kota,bagaimana kita mau memindahkan ibu kota, mengatasi kebakaran hutan saja tidak bisa dan bisa saja nanti ibu kota baru itu juga bisa terdampak asap sehingga akan menimbulkan masalah baru serta menyebabkan kerugian bagi negara dan daerah yang akan menjadi ibu kota baru tersebut.

Menurut kepala BNPB penyebab utama dari kebakaran hutan dan lahan ini 99% adalah ulah manusia , sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab seharusnya kita menjaga hutan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadinya kebakaran hutan , karena hutan itu merupakan paru – paru dunia .

Harusnya pemerintah bersikap tegas kepada setiap orang yang melakukan pembakaran lahan secara ilegal,kalau perlu berikan sanksi seberat-beratnya agar orang tersebut jera dan dapat menjadi pelajaran kepada masyarakat lain agar tidak melakukan hal tersebut .Karena perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang dapat membuat negara dan warga negara menderita.

Kejadian ini merupakan kejadian yang sangat serius ,pemerintah harus segera menangani hal ini . Karena jika tidak cepat ditangani masyarakat akan sangat menderita  dan cepat atau lambat dapat memakan korban jiwa.


Penulis, Mahasiswa KPI UIN SGD BANDUNG

×
Berita Terbaru Update