x
BREAKING NEWS

Senin, 21 Oktober 2019

Hindari Anarkis Jelang Pelantikan Presiden

Hindari Anarkis Jelang Pelantikan Presiden

Anarkis adalah dimana seseorang atau sekelompok orang yang menganut faham anarkisme. Anarkisme adalah  suatu faham dimana suatu keinginan akan kebebasan terhadap sesuatu yang mengikatnya itu terlepas atau musnah dari dirinya atau kelompoknya. Karena menurutnya ikatan itu telah menindasnya dan menghilangkan kebebasan-kebebasan yang ada pada dirinya.

"Demonstrasi yang dilakukan brutal, yang saya kira bukan demonstrasi. Karena dilakukan oleh para perusuh", ucap Wiranto (MENKOPOLHUKAM). Namun menurut Psikolog Universitas Indonesia Rosmini, bahwa anarkis akan muncul kepada seorang mahasiswa atau siswa karena ada dorongan dalam dirinya maupun hasutan orang lain untuk menunjukan bahwa dirinya adalah pahlawan dalam demo itu. Biasanya aksi anarkis ini terjadi karena si provokator mampu membangkitkan hasrat semangat para pendemo hingga berlebih, terlepas si provokator tersebut dari kalangan pelajar atau bukan. Untuk manghindari aksi anarkis tersebut juga diharuskan bahwa setiap anggota pendemo wajib memehami apa yang mereka demokan, apa saja yang diharapkan dari demo tersebut, jangan hanya ikut-ikutan saja hingga pada akhirnya semua aksi demo tersebut berujung jadi aksi anarkis.

"Gejayan, Yogyakarta dahulu merupakan tempat yang dikenal dengan tragedi berdarah, namun saat ini adalah gejayan yang damai. Jika dulu hendak menumbangkan rezim Suharto, maka saat ini melawan ketidakadilan atas pengesahan UU KPK dan juga ancaman bagi demokrasi rancangan kitab undang-undang pidana dinilai oleh mahasiswa akan mengancam demokrasi dan melemahkan pemberantasan korupsi" ucap Aiman. Yogyakarta merupakan tempat pertamakalinya Gerakan Mahasiswa Damai yang menggema hingga seantero nusantara.

Maka dari itu, mari hindari anarkis, fahami lebih dalam tentang apa yang akan di demokan, lebih kondusif saat berdemo, hindari keinginan menjadi pahlawan, atur emosi ketika saat berdemo, jangan terhasut oleh provokator yang menyulutkan kebencian hakikatnya ketika kita berdemo itu kita adalah menyampaikan sebuah aspirasi, bukan untuk menimbulkan kericuhan bahkan sampai merusak-rusak bangunan milik negara yang pada akhirnya hanya akan merugikan negara kita sendiri karena kelakuan anarkis tersebut.

Eli Melani Kholifiah, Mahasiswi UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia