x
BREAKING NEWS

Senin, 21 Oktober 2019

Drama KPAI dan PB Djarum Bikin Emosi

Akhir-Akhir ini Polemik antara PB Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bergulir menjadi isu besar yang dibahas banyak orang. Dan itu adalah sebuah hal yang sangat menguras emosi. Bagaimana tidak, PB Djarum yang sudah di kenal oleh mayoritas masyarakat Indonesia sebagai klub pencetak atlet-atlet berprestasi di indonesia dan bahkan dunia, di tuding oleh Komisi Perlindungan Anak (KPAI) dengan tudingan exploitasi anak. Entah dari kacamata mana dan dengan indikator seperti apa penilaian KPAI terhadap PB Djarum sehingga muncul tudingan semacam itu. Mau tidak mau, karena langkah tersebut, secara langsung mengundang reaksi,prasangka dan ragam komentar negatif bermunculan yang ditujukan pada KPAI. Bahkan ada segelintir orang yang sampai mengatakan bahwa ada konspirasi sistematis di dalam tubuh KPAI. Entahlah. Hanya mereka dan tuhannya yang tau.
Terlepas dari hal itu, ini adalah sebuah musibah besar bagi negeri kita tercinta. Kalau kita flashback dan bernostalgia ke belakang, kita lihat dan saksikan di berbagai literatur sejarah dikatakan bahwa salahsatu hal yang membuat Indonesia dahulu slit untuk merdeka adalah karena tidak adanya persatuan. Dan ketika persatuan sudah mulai di galangkan oleh semua elemen masyarakat yang di jajah waktu itu, meskipun hanya dengan modal bambu runcing dan perlengkapan senjata seadanya pun lambat laun mampu mengusir para penjajah dari bumi tercinta. Jadi kata kuncinya adalah "PERSATUAN". Sepertinya saat ini KPAI telah lepas landas, menyimpang dari koridor dan Tufoksinya selaku badan yang melindungi anak,sehingga dengan kekuasaanya mereka merasa bisa terjun lebih dalam pada proses pembinaan atlit-atlit bulutangkis. Padahal PB Djarum dengan kapasitasnya memang sudah memperlihatkan hasilnya yang begitu maximal,harusnya KPAI bisa bersatu bahkan lebih jauh mendukung PB Djarum dan bersama-sama bahu membahu terbingkai dalam persatuan sehingga terciptalah atlit-atlit bulutangkis yang lebih hebat lagi melebihi yang sudah ada saat ini. Sehingga bisa di pandang oleh mata dunia.


Idan Sumarna, Mahasiswa UIN SGD Bandung.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia