x
BREAKING NEWS

Senin, 07 Oktober 2019

Beri Kebebasan Paru-paru Kami

Oleh: Az Zahra Nur Fikri

Tahun 2019 merupakan puncak dari buruknya kualitas udara yang ada didunia, faktornya pun banyak. Selain karena terlalu banyaknya polusi akibat kendaraan roda dua ataupun empat, limbah dll. Penyebab terbesar lainnya adalah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada dunia akhir-akhir ini, tidak lain Indonesia.

Beberapa waktu lalu, dunia telah dikagetkan dengan terbakarnya hutan Amazon di Brasil dan ini merupakan kebakaran terbesar yang pernah dialami selama satu dekade lamanya yang mencapai 76% dan hutan Amazon ini merupakan paru-paru dunia, hampir 20% udara yang ada didunia dihasilkan dari hutan ini. Sama halnya dengan Indonesia yang dihebohkan dengan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di pulau Sumatera khususnya Pekan Baru, Riau dan sekitarnya. Beberapa tahun belakangan Indonesia sudah memiliki masalah yang sama yaitu kebakaran, yakni terjadi di pulau Kalimantan, jutaan hetktar sudah hangus dan lenyap.

Ditinjau secara luas bahwa bencana yang dialami Indonesia ini telah merenggut banyak jiwa, bahkan merenggut banyak kebahagiaan masyarakatnya, entah karena direnggut masa belajarnya atau bahkan direnggut nikmat kesehatanya. Karena efek dari kebakaran tersebut tentu sangat buruk bagi kesehatan terutama untuk pernapasan, sehingga akibat bencana tersebut banyak orang yang mengalami atau menderita penyakit pernapasan, dan yang paling umum adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas).

Dari kejadian kebakaran hutan juga berdampak pada rusaknya ekosistem dan musnahnya flora dan fauna yang ada pada daerah tersebut, negara tetangga pun sudah merasakan dampak buruk dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia dan tentunya mengganggu kegiatan masyarakatnya. Presiden pernah manyampaikan bahwa "Tidak akan ada lagi kejadian kebakaran  lahan gambut" akan tetapi yang terjadi tidak seperti itu, bahkan buruknya lagi kebakaran ini disebabkan secara sengaja karena di pergunakan untuk perluasan lahan perusahaan besar dari luar Indonesia, bukan hanya karena musim kemarau yang terjadi di Indonesia.

Seharusnya ketika mengalami musim kemarau panjang seperti sekarang kita bisa lebih bijak dalam menggunakan api di perhutanan karena sangat rentan sekali dengan kejadian kebakaran. Dan hutan merupakan alam yang begitu penting bagi berlangsungnya kehidupan manusia baik dalam memberikan peran secara finansial ataupun diluar itu. Kejadian yang ada didunia dan di Indonesia sekarang merupakan ciri-ciri kerusakan, dalam al Quran telah disebut dalam surah (QS. Ar Ruum : 41) "Telah Nampak kerusakan didarat dan dilautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Aallah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali kejalan yang benar"

Ayat ini sangat jelas bahwa segala kerusakan yang terjadi pemicunya adalah manusia itu sendiri,  dan maksiat merupakan akar dari kerusakan tersebut, memikirkan kekuasaan dan uang tanpa memikirkan kesejahteraan orang lain merupakan maksiat. Dan atas perbuatannya itupun manusia yang menanggung akibatnya, hutan bukan merupakan hak pribadi, maka jagalah! Bukan bakarlah.


Penulis, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia