x
BREAKING NEWS

Senin, 21 Oktober 2019

Antara Emosi dan Realita


Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah suatu badan pergerakan yang mana didalamnya terdapat penyelenggaraan suatu jaminan bagi masyarakat yang membutuhkan. Jaminan tersebut sudah banyak membantu kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan seperti kesehatan, sosial dan yang lainnya.

Dan yang menjadi bahan dasar kali ini, yaitu tentang persoalan kenaikan pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, yang ternyata akan naik sebesar dua kali lipat dari yang sebelumnya. Masyarakat kebanyakan tidak menyetujui apa yang dilakukan oleh pemerintah atas apa rencana yang mereka siapkan di 2020 nanti, walaupun banyak berita tentang peningkatan pelayanan bagi pengguna BPJS tersebut.
 
Ketidaksetujuan ini membuat masyarakat yang memiliki hak dalam BPJS berkedala dalam pembayaran dan menjadikan emosi mereka menggebu, sehingga akan menimbulkan tanda kelola keuangan menjadi berantakan. Hal ini juga dapat menyusahkan bagi masyarakat yang mungkin memiliki kendala dalam masalah keuangan.

Dikatakan juga bahwa hutang terbesar negara yaitu datang dari BPJS itu sendiri, namun apakah dengan dinaikannya biaya tersebut akan membantu dalam pelunasan hutang negara tersebut? Tentu tidak. Karena dengan penaikan hal tersebut akan semakin sulit bagi masyarakat untuk membayarnya. Dapat kita lihat dari yang sebelumnya, harga BPJS murah saja ada beberapa masyarakat yang mungkin belum bisa membayarnya, apalagi dengan menaikan biaya nya seperti yang akan dilakukan pemerintah tahun 2020 nanti.

Mungkin dapat kita pahami dari judul di atas bahwa antara emosi masyarakat dengan realita dari pemerintahan sangat bertentangan dengan keadaan, memang emosi pasti ada dalam diri kita sebagai mesyarakat, namun apa daya semua telah menjadi realita yang memang harus terjadi. Walaupun memang mungkin ini semua tak terjadi, itu hanya kuasa Tuhan yang akan merubahnya dan yang mungkin akan menjadi kesadaran bagi semua pemerintahan yang memiliki rencana tersebut.

Memiliki harapan besar itu wajar, harapan agar senantiasa masyarakat mendapatkan kelayakan fasilitas dalam segala hal, khususnya dalam Badan Penyelenggara Jaminan sosial ini, agar masyarakat tidak merasa kecewa dengan apa yang akan diselenggarakan tahun depan nanti, dan agar sesuai dengan apa yang diharapkan semua orang. Harapan terbaik tentunya yang dapat masyarakat tuturkan dalam benaknya, dan yang dapat mereka ungkapkan pada sesamanya saat mereka tak mampu berkomunikasi dengan pemerintahnya.

Andri Willy

Mahasiswa KPI UIN Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia