x
BREAKING NEWS

Kamis, 03 Januari 2019

Jarimu Harimaumu

Tak berlebihan rasanya jika pada masa sekarang terdapat peribahasa 'Jarimu Harimaumu'. Peribahasa tersebut merupakan plesetan dari peribahasa klasik yaitu 'Mulutmu Harimaumu'. Karena memang, dapat kita lihat sendiri faktanya di lapangan. Bahwa jari kita, bisa menjadi boomerang untuk diri kita, dalam hal ini, jari yang digunakan untuk memposting dan berkomentar di sosial media.

Tak sedikit kasus cyberbullying yang terjadi di dunia. Banyak juga yang berakibat fatal hingga korban bunuh diri. Padahal, menurut logika, tidak ada kontak fisik yang terjadi antara keduanya. Namun, dampak yang dihasilkan bisa lebih parah baku hantam atau kekerasan fisik. Padahal, senjata utamanya hanya jari. 

Ada juga kasus lain yang berhubungan dengan 'ganasnya' jari di  media sosial. Ambil contoh, kasus yang terjadi belakangan ini. Dimana banyak artis-artis yang memenjarakan haters gara-gara meninggalkan komentar buruk di internet. Sudah tak terhitung banyaknya kasus seperti itu.

Atau juga tentang hoaks yang semakin merajalela, berita yang tidak diketahui kebenarannya sangat eksis dan menjamur di media sosial.

Dengan begitu banyaknya kasus-kasus tersebut yang terjadi di media sosial, kita harus bisa mengambil hikmah dan menjadikan harimau kita jinak dan menguntungkan untuk kita. atau dengan kata lain kita harus bijak dalam bersosial media. Selain itu, kita harus pandai memilah dan memilih berita ditengah badai hoaks yang melanda.

Media sosial memang bagaikan pisau bermata dua. Jika digunakan dengan baik, tentulah media sosial akan memberikan banyak  keuntungan, namun sebaliknya jika digunakan untuk hal negatif, maka siap-siap anda diterkam harimau atau dengan analogi pisau, anda harus siap terluka. 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia