x
BREAKING NEWS

Rabu, 26 Desember 2018

UKM ternyata penting. (Opini 1)

Menjadi mahasiswa merupakan suatu kebanggaan bagi setiap individu yang beruntung. Setelah memasuki dunia perkuliahan, pastinya tidak asing lagi bagi kita mendengar istilah "UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)". UKM merupakan kegiatan tambahan di luar jadwal perkuliahan. Dengan adanya UKM di setiap kampus, akan sangat membantu untuk menggali potensi yang dimiliki oleh setiap mahasiswa.

Unit Kegiatan Mahasiswa ini ternyata sangat berperan  penting bagi mahasiswa yang ingin berproses lebih aktif di luar jadwal mata kuliah. Biasanya mahasiswa memilih UKM sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki. Ketika kita mengikuti suatu UKM ternyata sangat banyak ilmu yang berguna yang dapat kita peroleh.

Selain mendapatkan ilmu kita juga akan mendapatkan pengalaman dan teman baru dari organisasi tersebut. Namun ada saja mahasiswa dan mahasiswi yang hanya memandang sebelah mata terhadap kegiatan tambahan ini. Mereka beranggapan jika nanti setelah mengikuti kegiatan tambahan tersebut akan menyita waktu belajarnya sehingga berpengaruh pada IPK.  Sebenarnya hanya soal pilihan kita saja sebagai mahasiswa. Akan menjadi mahasiswa yang berorganisasi atau mahasiswa yang mengurung diri dari organisasi. Akan menjadi mahasiswa yang aktif atau pasif. Semuanya kembali lagi pada pilihan kita nantinya.

Dengan begitu tidak ada salahnya kita sebagai mahasiswa meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tambahan di luar kelas. Dengan mengikuti salah satu kegiatan tambahan ini, yakin kita akan mendapatkan ilmu tambahan dan yang pasti pengalaman yang sangat luar biasa di dalam dunia perkuliahan. Ubah  pola pikir kita yang beranggapan UKM hanya menyita waktu saja, faktanya sudah banyak mahasiswa yang sukses melalui organisasi yang mereka tekuni. Hanya tentang bagaimana kita mengatur waktu antara organisasi dan jadwal perkuliahan.

 

"Maha Benar Netizen" (Opini 2)

"Netizen", siapa yang tidak asing dengan kata yang satu ini. Hampir setiap hari sepertinya kita mendengar kata "netizen" baik melalui perkataan orang, televisi, atau dari media sosial. Netizen merupakan istilah yang dibentuk dari kata Net (internet) dan Citizen (warga),  jadi bisa disimpulkan netizen  ini adalah "Warga Internet" yang aktif dalam mengeluarkan pendapat, berkomunikasi, di media soasial. Netizen adalah siapa saja yang mengakses media sosial, seperti kita di kalangan remaja, orang dewasa, bahkan sampai pada kalangan anak-anak.

Di zaman milenial seperti sekarang ini media sosial sudah menjadi makanan sehari-hari bagi kita. Rasanya sehari saja tidak mengakses media sosial mungkin akan terasa hambar. Dengan media sosial kita akan lebih mudah mendapatkan informasi terupdate. Segala aktivitas secara perlahan semakin dimudahkan dengan adanya media sosial. Netizen dapat berkomunikasi dengan mudah dan dapat informasi mengenai hal-hal dari segala aspek. Akan tetapi, akhir-akhir ini dampak negatif dari penggunaan media sosial sangat mencolok dibandingkan dengan dampak positif dari media sosial itu sendiri.

Kasus yang sedang marak terjadi saat ini sebagai contoh dampak negatif bersosial media itu adalah ketidak bijakan berkomentar para netizen di media sosial. Kasus ini mungkin akan membuat kita geleng-geleng kepala. Sebab kasus yang sedang marak terjadi ini adalah kasus komentar-komentar para  warga internet (Netizen) yang sudah tidak bisa diterima oleh nalar manusia. Sebagai contoh nya, yang banyak terjadi saat ini adalah kasus pembulian para warga internet di media sosial instagram yang menyerang beberapa public figure Indonesia.

Seperti jamur di musim hujan, hampir setiap hari para netizen ini memenuhi kolom komentar beberapa public figure yang sedang menjadi bahan perbincangan. Dengan komentar-komentar yang tak lazim para netizen ini terus membabi buta dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas, seolah-olah mereka ini sangat benar dan yang paling sempurna. Tanpa berpikir panjang para netizen ini terus mengetikan komentar-komentar yang dapat menyinggung perasaan seseorang.

Sebagai warga internet yang cerdas, kita seharusnya berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Ketika kita akan memberikan komentar, saran, dan kritik pastikan menggunakan bahasa yang sopan tanpa ada kalimat yang dapat menyinggung seseorang tertentu. Hindari memberikan komentar yang dianggap hasutan, permusuhan, bahkan pembulian sekalipun. Di indonesia sendiri sudah ada hukum yang mengatur tentang penggunaan sosial media. Jadi kita sebagai netizen harus lebih berhati-hati lagi dalam memberikan komentar. Jangan jadikan jarimu harimaumu. Jadilah netizen yang cerdas dengan memberikan komentar secara bijak.


Kampanye Bebas Dari Hoax (Opini 3)

 

Kampanye merupakan aktivitas dimana para pendukung partai politik melakukan suatu gerakan yang bertujuan untuk terciptanya tujuan mereka. Dengan berbagai cara yang ditempuh para pendukung atau calon itu sendiri melakukan kampanye dengan berbagai macam cara. Salah satunya yang marak terjadi saat ini yaitu kampanye dengan isu-isu tidak jelas atau yang biasa kita sebut dengan hoax. Satu sama lain saling menjatuhkan. Menyebarkan isu-isu yang tidak benar mengenai lawan di partai politiknya sudah menjadi hal yang sangat tidakk tabu ketika masa kampanye akan tiba.

                Saat ini deklarasi kampanye anti hoax sedang ramai dilakukan, bahkan dilakukan serentak se-Indonesia. Langkah ini sangat bagus demi terciptanya kampanye yang bersih dari hoax. Dengan deklarasi kampanye anti hoax ini semoga akan memberikan informasi kepada masyarakat setempat agar bisa lebih berhati-hati ketika mendapatkan informasi. Agar bisa mengkroschek lagi ketika mendapat isu-isu yang berbau negatif.

                Jadi kita sebagai masyarakat Indonesia wajib menjaga perdamaian agar terciptanya kerukunan antar suku dan budaya. Sebab jika terjadi isu-isu yang berisi hoax kemungkinan kita bakal berselisih paham antara satu dengan yang lainnya. Ciptakanlah kampanye yang bersih dan bebas dari hoax. Dengan langkah ini aakan terciptanya kampanye yang damai.

 

Hidup Bijaksana di Negeri Ring Of Fire (Opini 4)

 

Bersikap bijaksana berarti bisa membuat keputusan berdasarkan prinsip-prinsip yang berlaku dan mampu menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh pertimbangan. Menggapai kebijaksanaan sebagai nilai yang paling berharga di hampir seluruh budaya di muka bumi, adalah pembelajaran hidup. Kita semua bisa menjadi bijaksana kapanpun dan dimanapun jika kita mau dan berani. Menjadi pribadi-pribadi yang bijaksana memang dapat menyelamatkan diri kita dari banyak pemikiran-pemikiran negatif dalam hidup kita.

Lingkaran Api Pasifik atau yang dalam bahasa inggrisnya Ring OF Fire adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang kurang lebih 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik. Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni, Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur.

Dengan kondisi geografis seperti ini di satu sisi menjadikan indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana letusan gunung berapi, gempa, dan tsunami. Oleh karena itu kita sebagai warga indonesia yang berada dalam kawasan Ring Of Ring harus selalu berpikir bijaksana. Berpikir bijaksana ini dapat membantu kita dalam hal berpikir. Kita dapat menghilangkan pemikiran-pemikiran negatif. 


Bergandeng Tangan Bersama, Bantu Palu dan Donggala. (Opini 5)

 

Seperti yang telah kita ketahui bahwa di penghujung bulan September kemarin telah terjadi bencana alam gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala. Gempa yang berkekuatan 7,4 SR yang mengoyak Donggala ini menyebabkan Tsunami di Palu. Korban-korban berjatuhan, bangunan-bangunan rata dengan tanah, kerugian material dimana-mana. Gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala ini senatiasa mengingatkan kita bahwa Indonesia berada di jalur cincin api. Gunung api dan patahan adalah bumi yang dipijak kita saat ini.

 Musibah yang terjadi ini tentunya menjadi duka bagi kita, duka yang sangat mendalam bagi Indonesia. Saat ini marilah kita bersatu dan bergandengan tangan untuk membantu saudara-saudara kita di Palu dan Donggala. Musibah gempa bumi dan tsunami ini telah menjadi perhatian banyak masyarakat Indonesia. Salah satu langkah masyarakat Indonesia dalam upaya memberi perhatian kepada masyarakat Palu dan Donggala pasca gempa dan tsunami yaitu mengumpulkan donasi. Menggalang dana atau mengumpulkan donasi bagi korban gempa dan tsunami adalah sebuah panggilan kemanusiaan untuk membuktikan kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita di Palu dan Donggala.

Dengan langkah menggalang dana yang sudah kita tempuh sebagai warga Indonesia semoga senantiasa meringankan kebutuhan-kebutuhan disana. Bantuan-bantuan yang datang terus-menerus semoga dapat menghidupkan kembali kota Palu. Untuk saudara-saudaraku di Palu dan Donggala semoga selalu diberikan ketabahan dan kesabaran. Yakinlah bahwa setelah badai terjadi akan ada pelangi yang menyinari. Dan, kita sebagai warga Indonesia mari terus bergandengan tangan bersama membantu Palu dan Donggala.


Mencegah kemacetan di Jakarta (Opini 6)

 

Seperti yang telah kita ketahui, dalam hal mencegah kemacetan khususnya  di Jakarta telah menempuh banyak cara yang dilakukan. Salah satunya yang akhir-akhir ini pemerintah Ibu Kota Jakarta lakukan yaitu dengan memberlakukannya sistem ganjil-genap sejak bulan Agustus kemarin. Denngan menempuh jalan seperti ini tentu saja harapan pemerintah dan warga Jakarta dengan diberlakukannya sitem ganjil-genap pada kendaraan dapat mengatasi kemacetan di Jakarta.

 

Sepertinya dengan diberlakukannya sistem ganjil-genap di Jakarta ini berdampak positif. Sehingga pemerintan Provinsi DKI Jakarta memutuskan melakukan perpanjangan kebijakan pemberlakuan ganjil-genap untuk kedua kalinya. Pertam-tama pemerintah Ibu Kota Jakarta mengeluarkan peraturan bahwa ganjil-genap ini hanya di berlakukan sampai bulan Oktober saja. Akan tetapi pemerintah melakukan perpanjangan kembali sampai akhir bulan Desember ini. Tentu saja pemerintah melakukan hal ini karena dampak yang telah diberikan dan diberlakukannya sistem ganjil-genap ini sangat terlihat jelas. Seperti berkurangnya volume kendaraan di jalan raya.

 

Dengan demikian, pemberlakuan sistem ini sangat-sangat berdampak besar bagi warga Jakarta. Kemacetan yang begitu padat tak lagi terlihat setiap harinya. Akan tetapi perlu pemerinah sadari, dengan diberlakukannya sistem ini mungkin saja para pengendara dapat bermain licik. Seperti memiliki plat nomor polisi dua yang di palsukan. Dengan demikian, pemerintah harus memiliki cara agar hal ini tidak terjadi.

 

Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan (Opini 7)

 

Lingkungan, bukan hanya mencakup daerah sekitar rumah saja tetapi meliputi lingkungan tempat kita bekerja, lingkungan sekolah. Dll. Bayangkan jika kita sekolah ditempat yang super jorok kebersihan ruang dan sekitar tidak terjaga penuh sampah dan bau. BISAKAH KITA FOKUS BELAJAR? Tentu saja tidak ini merupakan sebuah contoh kecil dari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satu contohnya kita menjaga lingkungan adalah dengan membuang sampah. Membuang sampah di tempat sampah memang terlihat seperti hal yang sepele, namun manfaatnya sangatlah besar untuk mengurangi pencemaran dan membuat lingkungan bersih dan indah. Jangan lupa untuk memilah sampah menjadi sampah organik dan anorganik sebelum dibuang ke tong masing-masing agar memudahkan proses daur ulang.

Di Jakarta sendiri sampah sepertinya akan menjadi bom waktu yang tiba-tiba akan meledak pada waktunya. Bayangkan saja setiap harinya berapa truk yang mengantarkan sampah ke tempat pembuangan terakhir. Ini disebabkan masih kurangnya kesadaran kita sebagai warga untuk membuang sampah pada tempatnya.

Sebaiknya kita sebagai masyarakat harus memulai dengan menyadari bahwa telah menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaga lingkungan agar tetap terjaga kebersihannya. Kita sebagai masyarakat perlu menyadari bahwa jika terlalu lama masalah sampah di Jakarta ini di biarkan akan menimbulkan berbagai masalah. Sebaiknya pemerintah juga turut ikut andil dalam permasalahan sampah di Jakarta ini. Seperti memberi penyuluhan-penyuluhan kebersihan kepada warga. Jakarta akan bebas dari sampah jika dari diri kita sendiri telah diniatkan akan menjaga lingkunagan.



Kegiatan Rutin Masjid Nurul Amal Melibatkan Anak-Anak Hingga Orang Dewasa 
(Liputan Masjid 1) 
Dakwahpos, Bandung-  Masjid Nurul Amal yang terletak di  Babakan Dangdeur, Manisi ini mempunyai kegiatan-kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dilingkungannya. Kegiatan di masjid Nurul Amal ini di lihat secara garis besarnya dan dilihat dari para pengikutnya terbagi menjadi dua kegiatan. Yang pertama adalah kegiatan untuk anak-anak dan yang kedua adalah kegiatan untuk orang tua.

 Kegiatan untuk anak-anak meliputi kegiatan membaca Al-Qur'an dan juga mempelajari tentang Fiqh. Sedangkan kegiatan-kegiatan untuk orang tua itu dilakukan setiap minggu dalam dua waktu. Yang pertama setiap malam Jum'at dan hari Sabtu.

"Peserta kegiatan di hari Sabtu itu dikhususkan untuk ibu-ibu, kalau yang malam Jum'at itu gabungan bapak-bapak, ibu-ibu, ada juga beberapa remaja". Ujar Bapak Prof. Dr. Tajul Arifin, M.A. Kamis (01/11/18)

Materi yang dipelajari pada malam Jum'at ternyata sangat beragam, tetapi terjadwalkan. Diantaranya akan mempelajari tentang Akidah, fiqh, dan Tafsir. "Jadi setiap Ustad nantinya akan membahas materi yang berbeda, di hari yang berbeda juga". Pungkas Bapak Tajul Arifin.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini di setiap masjid, tentu akan membuat masjid terasa lebih hidup dan terasa manfaatnya. Dibandingkan dengan masjid yang hanya digunakan untuk shalat berjamaah saja tanpa ada kegiatan-kegiatan lainnya.


Reporter : Ressa Sahafara Annisa KPI/3C


Masjid Nurul Amal Memberikan Metode 

Andragogi untuk Orang Dewasa 

(Liputan Masjid 2)

Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Nurul amal mengadakan kegiatan untuk orang dewasa setiap minggu dalam dua waktu. Biasanya kegiatan tersebut dilakukan setiap selesai shalat berjamaah. Salah satu kegiatan nya yaitu memperbaiki bacaan Al-Qur'an para jamaah masjid.

"Karena jamaah nya itu kebanyakan orang dewasa jadi untuk metode nya berbeda dengan metode yang saya ajarkan untuk anak kecil" Ujar Bapak Prof. Dr. Tajul Arifin, M.A.

Metode yang digunakan yaitu metode "andragogi" penerapan metode untuk orang dewasa. Metode andragogi ini adalah proses untuk melibatkan peserta didik dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar.

karena orang dewasa sebagai individu yang dapat mengarahkan diri sendiri, maka dalam andragogi yang lebih penting adalah kegiatan belajar dari siswa bukan kegiatan mengajar guru. Oleh karena itu, dalam memberikan definisi andragogi lebih cenderung diartikan sebagai seni dan pengetahuan membelajarkan orang dewasa.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini di masjid Nurul Amal, harapannya adalah dapat membantu orang dewasa dalam memahami setiap materi yang diberikan.

 

Reporter : Ressa Shafara Annisa



Student Exchange Mewujudkan Impian

(Feature Tokoh)

Ketika semua orang sibuk dengan aktivitasnya, di saat itu lahir seorang bayi perempuan, tepat 20 tahun yang lalu. Mely, begitu sebutan akrabnya. Mempunyai nama lengkap  Mely Amalia Yasmin, remaja ini lahir di Pandeglang tepat tanggal 7 Oktober 1998. Hadir ke dunia sebagai anak ke dua dari tiga bersaudara. Buah hati pasangan Yaya Mulyadi dan Meylani Dewi Puspasari ini berhasil menjadi kebanggaan orang tua nya.

Di saat saya mewawancarai Mely di kampus kesayangannya Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, mahasiswa KPI (Komunikasi dan Penyiaran Islam) ini sangat bersemangat mengupas tentang peristiwa dan pengalaman hidupnya. Sejak kecil Mely gemar bernyanyi. Dan untuk menyalurkan hobby nya itu ia memutuskan untuk mengikuti UKM Paduan Suara Mahasiswa di kampusnya. "sebenarnya saya sempat menunda kuliah selama satu tahun", itulah uangkapan ia saat saya temui ketika itu. Sejak SMA ia sudah memiliki impian untuk kuliah di luar negeri. Salah satunya yaitu kuliah di Eropa. Ia sangat ingin sekali dapat berkuliah di Turki. Oleh karena itu sejak SMA ia telah mempersiapkan segala sesuatu, mulai dari mencari scholarship untuk ke Turki dan salah satu yang ia temukan pada saat itu adalah Turkiye Burslari YTB.

Ia mulai mempersiapkan berkas-berkas, sertifikat dan persyaratan lainnya sejak ia duduk di bangku SMA kelas 2. Setelah kelas 3 SMA, akhirnya ia apply semua berkas yang telah ia kumpulkan tersebut ke YTB. Ada 2 tahap seleksi pada saat itu. Tahap pertama adalah tahap berkas dan pada saat itu ia lolos di tahap berkas dan dilanjutkan pada tahap interview. Tetapi setelah 6 bulan lebih ia merasakan kejanggalan, ia merasa ia di gantung oleh pihak YTB. Dan setelah lama menunggu ia mendapat kabar bahwa ia tidak lolos. Rasa kecewa yang mendalam membuat ia tidak bersemangat kuliah. Keinginan yang sangat mendalam untuk kuliah di Turki harus ia terima kenyataan dengan tidak lolosnya seleksi tersebut. Akhirnya ia lebih memilih menunda kuliah dan kursus di Pare hampir tiga bulan lebih dan sambil mempersiapkan lagi untuk tetap apply ke Turki.

Akhirnya setelah kursus di Pare selama tiga bulan itu ia menerima kabar di 2017 bahwa YTB membuka kembali pendaftaran kuliah ke Turki. Tetapi, untuk kedua kalinya ia ditolak lagi dan tidak bisa mewujudkan impiannya berkuliah di Turki. Dengan keadaan yang pasrah dan tidak tahu lagi mesti berkuliah dimana, awalnya iya coba-coba saja daftar ke UIN Bandung. Dan Alhamdulillah ia diterima di UIN Bandung. Impian ia yang ingin berkuliah ke luar negeri tetapi selalu gagal membuat ia sangat berat hati menjalani kuliah. "Sampai aku kuliah semaunya saja selama dua semester itu" perkataan ia.

Akan tetapi ia memiliki teman yang sama sepertinya, bisa dikatakan teman seperjuangan yang ingin berkuliah di luar negeri akan tetapi belum mendapatkan rezeky nya. Beruntungnya teman-teman nya itu selalu memberikan semangat dan support untuk ia agar bisa berkuliah di luar Negeri. Akhirnya, satu per satu teman-teman nya berhasil mewujudkan impiannya. Ada yang berkuliah ke Azerbaijan, Thailand, Malaysia, dan India berkat program student exchange. Dari situ ia memiliki semangat lagi untuk kuliah ke luar negeri. Melalui teman seperjuangan nya yang kebetulan berkuliah di UIN Bandung juga, ia diajak untuk mengikuti program student exchange yang di adakan Fisip UIN Bandung. Nama program tersebut adalah Summer Enrichment Program (SEP) yang kali ini akan bertukar pelajar ke University Selangor, Malaysia. Tahun ini juga Fisip membuka untuk semua jurusan yang ada di UIN Bandung. Jadi ketika di ajak oleh temannya ia langsung bergegas mendaftarkan diri untuk mengikuti student exchange tersebut.

Tahap untuk mengikuti tes SEP ini ada beberapa, yang pertama tahap berkas, kedua essay, ketiga adalah tahap FGD ( Forum Grup Discussion), keempat tahap tes membaca Al-Qur'an , dan tahap Interview. Menurut yang ia katakan, tes yang paling sulit adalah ketika tes essay, dimana ia harus membuat essay on the spot dengan tema yang diberikan langsung dan hanya diberi waktu 1 jam setengah untuk menulis essay full english. Sempat merasa pesimis dan tidak berharap lebih untuk hasil tes tersebut, tetapi akhirnya ia dinyatakan lolos tes student exchange yang diadakan oleh Fisip. Usaha yang ia lakukan berbuahkan hasil. Impian yang selama ini ia impikan untuk berkuliah di luar negeri akhirnya tercapai. November ini ia akan diberangkatkan bersama 30 orang terpilih lainnya. Kesabaran dan usaha yang kita lakukan memang tidak akan mengkhianati hasil. Impian ia yang sempat terkubur pada akhirnya bisa tercapai, walaupun bukan kepada tempat yang ia tuju. Namun pada akhirnya impian ia berkuliah ke luar negeri dapat terwujudkan dengan program student exchange.  

 

Fasilitas Olahraga UIN Bandung Kurang di Perhatiakan

(Surat Pembaca)

 

Mens sana in corpore sano: dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.  Ungkapan yang sering kita  dengar berkaitan dengan keolahragaan. Ungkapan ini merujuk pada pentingnya keseimbangan dan keselarasan kebutuhan rohani dan jasmani untuk mencetak individu yang unggul. Kegiatan olahraga sebagai kegiatan ekstra kurikuler adalah salah satu wujud nyata dari aktualisasi mahasiswa di bidang non akademik.  Oleh karena itu, seharusnya setiap kampus memfasilitasi tempat/gedung untuk kegiatan olahraga ini.

Berbicara tentang fasilitas olahraga , sejumlah fasilitas olahraga di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung saya rasa masih sangat minim dan sepertinya kurang mendapat perhatian. Bisa dikatakan fasilitas olahraga di kampus UIN Bandung ini masi di bawah standar. Seperti lapangan Volly, Basket, Futsal, dan Sepak Bola. Kondisi lapangan tersebut dirasa masih sangat kurang dan sangat perlu di benahi keberadaannya. Contohnya lapangan Volly dan Basket yang dirasa masih di bawah standar.

Salah satu problem yang ada yaitu lapangan yang belum memiliki tribun penonton, sehingga menyulitkan para penonton ketika ingin menyaksikan pertandingan yang sedang berlangsung. Belum lagi lapangan Volly yang sangat sempit dan jala yang kurang layak digunakan. Masalah ini sungguh menjadi hambatan bagi mahasiswa-mahasiswi dalam hal penggunaannya. Jika melihat beberapa kampus diluar sana tentu saja fasilitas olahraganya sudah cukup mumpuni dengan rata-rata bangunan yang indoor dan pastinya sesuai standar yang dibutuhkan.

Sama halnya dengan lapangan Volly dan Basket, lapangan Sepak Bola yang berada di kampus II juga dinilai masih sangat buruk. Menurut kabar yang beredar keberadaan lapangan Sepak Bola ini tidak layak pakai. Bagaimana tidak, ketika hujan turun lapangan ini akan terendam air sehingga akan menghambat permainan para pemain ketika lapangan ini digunakan. Belum lagi tidak adanya tempat berteduh untuk penonton. Untuk lapangan Futsal sendiri sampai saat ini kampus belum memilikinya. Mendengar kabar dari yang dulu, bahwa sempat akan dibuatkan lapangan Futsal di Kampus UIN ini. Tetapi sampai sekarang lapangan Futsal tersebut tidak ada realisasinya.

Seharusnya pihak kampus lebih memperhatikan fasilitas-fasilitas seperti ini, agar mahasiswa di bidang non akademik bisa lebih berkonsentrasi saat berlatih untuk memperjuangkan almamaternya. Agar setiap kegiatan ekstra kurikuler ini nantinya dapat  mendorong potensi dan prestasi mahasiswa dengan semangat yang positif, kompetitif dan jiwa yang sportif. Sangat disayangkan sekali ketika semangat mahasiswa yang sudah menggebu-gebu dapat dikalahkan ketika melihat kondisi lapngan yang tidak layak digunakan. Masih banyak yang harus dibenahi dari fasilitas olahraga yang ada ini. Seperti perbaikan pada lapangan Volly dengan memperluas halaman yang ada atau lapangan Basket dengan memenuhi standar lapangan yang seharusnya. Begitu juga dengan lapangan Sepak Bola yang masih harus banyak perbaikan, dan lapangan Futsal yang semoga dengan segera direalisasikan agar ketika ada turnamen antara jurusan kita tidak perlu lagi menyewa tempat keluar. Semoga dengan segera pihak kampus dapat tergerak untuk membenahi fasilitas-fasilitas olahraga yang ada. 

 

Peran Pesantren Dalam Membangun Moderasi Islam 

(Essay)

Membahas tentang moderasi islam merupakan hal yang sangat menarik untuk terus-menerus diperbincangkan. Akhir-akhir ini isu moderasi kembali menjadi bahan perbincangkan oleh orang-orang bersamaan dengan munculnya beraneka ragam paham tentang keagamaan yang dapat kita simpulkan bahwa wajah islam itu kurang bersahaja. Bukan hanya itu, belakangan ini telah muncul beberapa aliran ajaran islam yang sangat menyimpang. Dengan demikian moderasi di Indonesia ini khusunya menjadi hal yang sangat diharuskan. Moderasi banyak yang mengartikan jalan pertengahan. Dan dalam islam ini sesuai dengan ajaran yang ada di dalamnya atau sesuai dengan fitrahnya.

Wujud dari perkembangan Islam modern yang membawa prinsip moderasi Islam di Indonesia adalah menyebarnya ajaran al-wasathiyah dari para tokoh Islam di Timur Tengah, baik yang datang datang ke tanah air atau dibawa oleh para pelajar Indonesia yang belajar di Timur Tengah, yang berkembang di kalangan masyarakat Islam di Indonesia sampai saat ini. Upaya untuk mewujudkan moderasi ini adalah pondok pesantren yang menjadi benteng pertahanan. Pesantren selain menjadi lembaga pendidikan, juga berfungsi sebagai wadah pemahaman tentang keagamaan. Maka dari itu, membahas tentang moderasi ini tidak akan bisa lepas dari dunia pesantren.

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang sudah mengakar dan menjadi ciri khas di Indonesia. Keberadaannya sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam yang moderat tidak bisa dipungkiri. Pesantren dinilai hanya ada di Indonesia. Di bandingkannya dengan negara lainnya seperti seperti Brunei, Malaysia, Singapura, dan Mesir.

Di Mesir, sekolah yang sejajar dengan Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) itu di rumah. Baru ada asrama setelah masuk kuliah. Kalau tidak ada kesederhanaan berarti bukan pesantren, Kalau tidak mengajarkan moderasi Islam, ia juga tidak bisa dikatakan sebagai Pesantren. Selain itu wasathiyah sekarang ini menjadi paham yang harus dipegang oleh umat Islam. Wasathiyah ini mengedepankan Islam yang damai. kalau sedang membaca dan memahami Islam, tetapi malah semakin marah, itu berarti ada pemahaman yang tidak benar atau keliru.

Pada mulanya, tujuan pendidikan Islam di lingkungan pesantren bukanlah dimaksudkan untuk tujuan komersialisasi pendidikan yang mengejar motivasi ekonomi, kepentingan kekuasaan, ataupun keagungan duniawi, akan tetapi semata-mata dimaksudkan sebagai pengabdian kepada Tuhan dan sesama, serta kewajiban syiar agama. Di antara cita-cita dari didirikannya lembaga pesantren ini adalah sebagai latihan untuk dapat berdiri sendiri sekaligus membina diri agar tidak menggantungkan sesuatu kepada orang lain kecuali hanya kepada Tuhan. Di dalamnya, para kiyai berupaya menaruh perhatian pada pengembangan watak pendidikan secara individual yang dididik sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan dirinya sampai pada tingkah laku moralnya. Dasar pemikirannya adalah bahwa pendidikan merupakan sarana bagi pengembangan ajaran kepercayaan Islam, yang secara spesifik dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan para santri dalam menafsirkan inti ajaran Islam.

Menurut pengertian yang umum dipakai di lingkungan pesantren, santri merupakan elemen penting, yang menurut tradisinya dapat dikelompokkan menjadi santri "mukim" dan santri "kalong". Kelompok santri yang pertama, yaitu santri mukim, adalah para pelajar yang berasal dari daerah-daerah terjauh yang menetap di lingkungan pesantren. Kalangan santri yang paling lama tinggal di pesantren biasanya dikenal sebagai "ustadz". Mereka ini merupakan satu kelompok tersendiri yang memegang tanggung jawab mengurusi kepentingan pesantren sehari-hari, memikul tanggungjawab mengajar santri-santri muda tentang kitab-kitab dasar dan menengah. Dalam sebuah pesantren besar akan terdapat anak-anak para kiyai dari pesantren tersebut dengan sebutan "gus" yang juga belajar di sana. Mereka ini biasanya akan menerima perhatian istimewa dari para kiyai. Adapun kelompok santri yang kedua, yaitu kelompok santri kalong, adalah para pelajar yang berasal dari desa-desa di sekitar pesantren, yang biasanya tidak menetap di dalam lingkungan pesantren. Para santri ini datang dan pergi dari rumah-rumah mereka ke pesantren untuk mengikuti pelajarannya.

Islam mengajarkan bahwa perjalanan dalam mencari ilmu adalah suatu kewajiban bagi para pemeluk ajarannya. Meski pendidikan sangat ditekankan dalam Islam, dimana prinsip dasarnya adalah tidak mengharapkan imbalan atau keuntungan yang bersifat material, namun pada kenyataannya pendidikan bagi seseorang itu sangatlah mahal. Oleh karena biaya untuk belajar di pesantren besar pada waktu dulu (dan juga berlaku pada saat sekarang) dipandang sangat mahal bagi kalangan menengah kebawah, baik dari ongkos perjalanan, biaya hidup, serta kitab-kitab yang harus mereka pelajari, maka biasanya biaya tersebut tidak hanya ditanggung oleh keluarga santri yang bersangkutan, tetapi juga dibantu oleh oleh keluarga dekat, atau tetangga, atau keluarga kaya yang akan memanfaatkan santri yang bersangkutan di kemudian hari, bahkan terkadang masyarakat sekampung yang peduli, sehingga si santri tersebut akan dengan sungguh-sungguh menempa diri dalam studinya, dikarenakan harapan keluarga dan masyarakat yang begitu besar terhadapnya.

Jadi tulisan ini menunjukkan kepada kita bahwa dunia pendidikan Islam saat ini membutuhkan sikap moderat yang dimiliki oleh setiap orang yang mengaku dirinya memahami ajaran Islam. Konsep moderasi yang diajarkan oleh Islam adalah bersumber pada Al-Qur'an dan Al-Hadits, yang menyebutkan bahwa umat Islam harus bersikap dan bertindak sebagai umat yang berada di tengah-tengah (ummatan wasatan), yang menegakkan kebenaran (haq) dan menghalau kekeliruan (batil). Tentunya, kebaikan tersebut diperoleh karena sifat moderat yang dimiliki oleh setiap Muslim yang menuntut adanya keadilan. Untuk mewujudkan hal ini tidaklah mudah, dan harus dimulai oleh orang-orang Islam itu sendiri. Sebuah perubahan masyarakat akan terwujud jika dimulai dari upaya memperbaiki diri sendiri, baik secara individu maupun kelompok.


Resensi Buku Dakwah sebagai Ilmu dan Perspektif Masa Depannya 


Judul               : Dakwah sebagai Ilmu dan Perspektif Masa Depannya

Penulis             : Ahmad Zuhdi, M.A

Penerbit           : Alfabeta

Kota Terbit      : Bandung

Tahun Terbit    : 2016

Halaman          : 262 halaman

ISBN               : 978-602-289-209-0


Dakwah sebagai ilmu, mengapa dakwah bisa dikatakan sebagai ilmu? Menurut saya, pengertian dakwah adalah menyeru dan mengajak manusia ke jalan yang benar yaitu jalan menuju Allah supaya memiliki kehidupan yang nyaman dan damai. Maka dari itu dakwah bisa dikatakan sebagai ilmu, karena ilmu adalah mencari tahu dan mempelajari apa yang ingin kita ketahui dengan menggunakan cara yang sistematis. Apabila pengertian dakwah dan ilmu digabungkan maka, ilmu dakwah yaitu pendakwah yang menyeru dan mengajak manusia ke jalan yang benar dengan menggunakan cara atau metode serta kemampuan untuk dapat mengajak manusia ke jalan Allah dengan sempurna. Ilmu juga bersifat normatif dan salah satu ciri yang dimiliki ilmu adalah metode.

Sebagai ilmu yang mempelajari proses penyampaian ajaran Islam kepada umat, ilmu dakwah memiliki ruang lingkup pembahasan yang sangat luas. Dakwah itu identik dengan pembangunan fisik dan non fisik, dengan menggunakan berbagai disiplin ilmu. Ilmu itu keseluruhannya termasuk bagian dari ilmu Allah yang mencakup wilayah yang amat luas.

Meskipun Ilmu Dakwah ilmu yang masih sangat muda, perkembangannya justru sangat pesat dan dimungkinkan akan melahirkan ilmu-ilmu baru ketika dia dihubungkan dengan ilmu-ilmu lain yang memiliki keterkaitan, terutama dalam objek material yang sama. Kemungkinan ini memiliki peluang yang cukup besar, karena terdapat ruang dan komunitas yang menjadi objek ilmu dakwah itu senantiasa bergerak dinamis. Masyarakat Islam secara umum, terutama di Indonesia sedang bergelut dengan globalisasi, di satu sisi mereka harus berpacu menuju masa depan yang global, dengan berbagai varian yang menandainya, sementara pada sisi lain, mereka harus menjaga jatidiri sebagai Muslimdi tengah-tengah berbagai agama,kultur, dan berbagai suku bangsa. Pada satu sisi Ilmu Dakwah harus berpartisipasi menjaga jati diri Muslim, sementara di sisi lain ia juga harus berpartisipasi dalam memperkenalkan kebenaran dan kebaikan yang dikandung oleh ajaran Islam. Untuk itu, dengan memanfaatkan ilmu-ilmu modern, Ilmu Dakwah akan dapat berkembang lagi menjadi sub-sub ilmu baru.

Di era globalisasi juru dakwah merupakan sosok yang mesti mampu menciptakan teori-teori dakwah, ia dapat melakukannya melalui kegiatan ilmiah yang dapat memberikan konsep dan generalisasi baru yang diangkat dari penemuan-penemuan ilmiah atau fakta-fakta sosial yang berkembang. Jika kegiatan ini terus dilanjutkan, maka pada tahap-tahap tertentu akan ditemukan titik-titik pertemuan antara teori-teori sosial yang telah dulu lahir dengan kenyataan-kenyataan empiris baru yang ditemukan pada dataran kegiatan dakwah yang merupakan agen perubahan bagi umat. Karena setiap Muslim harus mempelajari setiap gerakan dakwah dan seluruh saran yang diajukan, dari model gerakan ulama, syaikh-syaikh kaum sufi, perkumpulan sosial, partai politik Islam, jamaah-jamaah sampai setiap saran sederhana sekalipun persoalan dakwah ini.


Kelebihan Buku

Dibandingkan dengan buku-buku dakwah yang pernah saya baca, menurut saya buku ini sangat bermanfaat untuk dibaca oleh seorang pemula yang mempelajari ilmu dakwah karena buku ini merupakan salah satu bahan baku awal dalam melangkah untuk menapaki dakwah sebagai ilmu dan dikembangkan serta dipraktikkan ditengah-tengah masyarakat menuju masa depan yang lebih damai. Di dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana perspektif dakwah di era globalisasi ini.


Kekurangan Buku

Dibandingkan dengan buku-buku dakwah yang pernah saya baca, warna dan cover bukunya kurang menarik. Sehingga dapat memungkinkan bahwa buku ini jarang peminatnya apabila pembaca hanya melihat dari covernya saja. Di dalam buku ini ada beberapa kata yang belum saya mengerti. Seperti pada halaman 199 kalimat, "Memperbaharui Islam adalah petunjuk jiwa untuk menjaga hak-hak agama yang divitivasi rasa cinta, rela dan puas." Seperti pada halaman 246 kalimat, "Selain itu dakwah dengan segala tantangan dan cabarannya selalu konsisten untuk menyadarkan umat ini,". Seperti pada halaman 230, kalimat "sehingga yang terjadi adalah adanya distorsi-distorsi nilai kemanusiaan yang disebabkan ketidaksiapan jiwa dan mental mengahadapi pelbagai persoalan". Sebaiknya kata-kata tersebut diganti menjadi kata-kata yang mudah dipahami sehingga pembaca dapat dengan mudah mengerti kata tersebut. Dan didalam buku ini penulisan huruf Arab-nya masih bisa dibaca tetapi agak pecah-pecah. Sebaiknya huruf Arab tersebut mengambil dari Al-Qur'an online.


 



 

 



 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia