x
BREAKING NEWS

Jumat, 21 Desember 2018

Tidak ada bid'ah dalam budaya

Indonesia adalah negara dengan suku bangsa yang banyak. Dimana ada suatu suku maka akan banyak bahasa dan kebudayaannya. 

Banyak dari suku bangsa ini yang mayoritas menganut agama islam. Tak sedikit pula kebudayaan yang mereka miliki bertolak belakang dengan ajaran islam. Disini saya akan membahas tentang keterkaitan kebudayaan dan agama. Seringkali masyarakat mencampur adukkan antar kebudayaan dan agama. 

Kebudayaan dan agama memang jangan sampai terpisahkan tapi bukan berarti harus menjadi sesuatu yang diperdebatkan. 
Dalam banyak kasus tokoh agama satu dengan tokoh agama lain berdebat tentang kebudayaan dan agama. Hal ini karna masyarakat tidak bisa membedakan mana agama mana budaya. Masyarakat sering kali mengatakan bahwa ritual budaya yang dilakukan adalah sesuatu yang bidah. Contoh yang bisa saya berikan adalah maulid Nabi, banyak yang mengatakan bahwa maulid nabi adalah sesuatu hal yang bidah karna Rasulullah shallalhu alaihi wassalam sendiri tidak mencontohkannya. Jika kita mau meniliti dan memikirkannya ini bukan suatu ritual ibadah tapi ini adalah ritual budaya. Budaya Indonesia yang sangat mencintai Rasulullah shallalhu alaihi wassalam. Sehingga mereka merayakan tanggal kelahiran Nabi Muhammad shallalhu alaihi wassalam. 

Membicarakan tentang bidah kita harus tau apa itu bidah. Menurut wikipedia bidah adalah perbuatan yang dikerjakan namun tidak ada contoh dari Nabi Muhammad shallalhu alaihi wassalam bahkan bisa menambahkan dan mengurangi dan lebih mengarah kepada sesuatu yang salah. Dan menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) bid'ah adalah suatu ajaran islam yang adanya penambahan atau pengurangan dan merupakan kebohongan atau dusta. 

Berikut adalah hadist yang menjelaskan pengertian bid'ah. 
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ ، إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bidah, setiap bidah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka" (HR. An Nasai no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan An Nasai).
Umat islam Indonesia sering kali mempermasalahkan ke-bid'ah-an dalam banyak aspek. Tanpa mereka ketahui seperti apa itu bid'ah. Umat islam sendiri tidak bisa membedakan bid'ah itu diaspek mana saja. Mereka terkadang menyamaratakan bid'ah di semua aspek. Padahal tidak semua hal bisa dikatakan bid'ah. Bid'ah itu hanya di terapkan dalam aspek peribadahan bukan di semua aspek apalagi dalam aspek budaya.
Setelah mengetahui pengertian bidah sekarang saya akan memberikan pengertian dari kebudayaan itu. menurut wikipedia kebudayaan adalah cara hidup sekelompok orang yang berkembang dan diwarikan dari generasi ke generasi lainnya. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kebudayaan adalah suatu kebiasaan yang sulit dirubah yang dibatasi oleh batas wilayah dan ada kemiripan dengan kebudayaan lain. 
Umat islam Indonesia seharusnya bisa membedakan mana bidah yang dilarang mana bidah yang tidak dilarang. Karna tidak semua bidah itu dilarang contohnya adalah bidah dalam hal kebudayaan atau teknologi. Berdakwah dengan teknologi adalah sesuatu yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah shallalhu alaihi wassalam namun boleh dikerjakan karna memang pada saat ini manusia sudah sangat bergantung dengan teknologi. Contoh lain dari bidah adalah bidah yang memang terlarang contohnya adalah puasa pada hari kelahiran sendiri.
Dengan kita bisa membedakan mana agama dan mana budaya, kita tidak akan pernah lagi memperdebatkan ritual budaya yang disipkan oleh bacaan doa ataupun shalawat kepada Nabi shallalhu alaihi wassalam. Jangan sampai kita mengsalah artikan karna kita hanya melihat dari satu sisi tanpa bisa melihat sisi lainnya. Dengan kita bisa mengkaji lebih dalam atas suatu kasus yang sering dikatakan bidah kita bisa mengetahui yang sebenarnya. Perpecahan umat islam sering terjadi karna hal sepele seperti ini. Hanya karna seseorang yang mengatakn bidah dalam ritual kebudayaan yang lainnya. 
Semoga dengan pemaparan saya diatas bisa memberikan pengertian bahwa tidak semua hal yang tidak kita ketahui harus jadi pertengkaran. Islam sendiri mengajarkan agar selalu berbuat baik kepada yang lain bahkan kepada orang yang tidak menganut agama islam. Lalu kenapa dengan orang islamnya sendiri kita harus berdebat dan bertengkar karna masalah bidah. Sekian pemaparan saya semoga bisa menjadi hikmah dan diambil pelajarannya

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia