Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Terapkan Metode Hafalan Quran di Mesjid Alhikmah

Kamis, 20 Desember 2018 | Desember 20, 2018 WIB | 0 Views Last Updated 2018-12-20T15:26:20Z
Dakwahpos, Bandung- Mesjid Al-hikmah adalah mesjid yang berdiri sebelum kemerdekaan indonesia yaitu  pada tahun 1933. Mesjid yang berlokasi di  Jl.Pangaritan Rt01/Rw03  ini sedang melakukan proyek pembangunan mesjid yang baru, karena melihat kondisi fisik bangunan yang sudah tua dan rusak. Tetapi pembangunan mesjid sempet terhenti karena kurangnya dana pada tahun 2017 kemarin.

Pada hari jumat malam pukul 19.00 sedang diadakan pengajian untuk anak anak yang berjumlah 15 orang 7 diantaranya mengaji al-quran dan 8 orang yang lainnya mengaji iqro. Dari data tersebut tidak semua anak-anak yang sudah bersekolah saja, ada juga yang belum bersekolah tetapi ia ikut mengaji.

"Sebenarnya jumlah santri disini itu banyak hampir ada 25 orang, Cuman yaa karena ada yang makin sibuk disekolahnya mereka jarang mengaji lagi kesini. Ada juga yang sengaja keluar gamau mengaji lagi. Bahkan ada juga yang pindah mesjid, dan disini saya berusaha untuk mempertahankan yang masih ingin mengaji disini karena sayang sekali mesjid yang cukup besar ini bila tidak dipakai untuk kegiatan mengaji". Nida syifa(19) Jumat (2/11/2018) salah satu guru ngaji di Mesjid Al-hikmah.

Saat itu, anak-anak yang sedang mengaji dibagi menjadi 2 bagian yang pertama bagian mengaji al-quran dan bagian yang kedua mengaji iqro. Untuk bagian yang mengaji iqro mereka mengaji secara bergantian dan hafalan surat-surat pendek. Sedangkan untuk bagian yang mengaji Al-Quran mereka mengaji dengan metode hafalan juz 30 secara acak.

"Disini saya membiasakan mereka untuk menghafal Al-Quran minimal dari juz 30,dan saya terapkan juga metode pembelajarannya saat waktu saya pesantren dulu. Jadi mereka saya suruh untuk mengambil kertas yang berisi nama-nama surat pendek maupun panjang yang sudah saya gulungka. Dan bilamana ada yang tidak bisa membaca saya suruh mereka berdiri untuk menghafalkannya. Mereka sangat senang dan asik meskipun ada saja anak yang kurang suka dengan metode hafalan ini". Nida Syifa(19) Jumat (2/11/2018).

Reporter: Susi Agustiani KPI/3D

×
Berita Terbaru Update