x
BREAKING NEWS

Kamis, 27 Desember 2018

Sadarlah Terhadap Lingkungan


Sadarlah Terhadap Lingkungan

Dahulu, banyak daun yang berguguran, sekarang, plastik yang berguguran. Dahulu, daun yang berserakan, sekarang, plastik yang berserakan. Dahulu, aroma daun kering yang menemani dikala senja, sekarang, aroma busuk yang menghantui kemana-mana. Begitulah penampakan kota Metropolitan zaman sekarang. Seakan-akan plastik sudah menjadi trending topic dikalangan generasi milenial ini. Dan pada akhirnya, plastik tesebut menjadi sampah perusak lingkungan. Tidak seperti zaman old yang dimana daun-daun dijadikan wadah jajanan sehingga ramah lingkungan. Walau bergitu, tetap kita tidak bisa terpisah dari plastik, tapi kita bisa mengatasi sampah plastik dengan efektif.

Menurut Dinas Kebersihan DKI Jakarta, tercatat 7.000 ton sampah yang ada di setiap tempat di kota tersebut. Sebuah ironi, begitu banyaknya sampah yang bertebaran di Ibu Kota ini. Tak terbayangkan berapa jumlah orang, jumlah truk, dan jumlah gerobak mengelilingi Ibu Kota hanya untuk menggotong seluruh sampah ini. Berarti, sebagian penduduk membuang sampahnya ke tempatnya dan sebagian lagi membuangnya sembrono. Akibatnya, penyakit dimana-mana, banjir sudah menjadi langganan, bau busuk yang menyengat kemanapun kita berada. Masih mau kah menyalahkan Pemerintah?

Semuanya sudah terjadi, tinggal kesadaran masyarakat yang harus bertanggung jawab akan hal tersebut. Sebagai rakyat milenial, kita harus mengatasi masalah ini sebagai rasa tanggung jawab dan peduli kita terhadap lingkungan Ibu Kota ini. Terdapat cara-cara efektif dalam menanggulangi sampah yang berserakan dimana-mana.

Yang pertama, ini yang paling mainstream, membuang sampah pada tempatnya. Membuang sampah pada tempatnya pun harus tepat, bukan sembarang buang sampah ke tong sampah saja, tapi dilihat dulu sampahnya. Apabila basah, buanglah ke tong khusus sampah basah, apabila kering, masukan ke tong khusus sampah kering. Yang kedua, bawa kantung belanja disaat berbelanja apapun untuk mengurangi sampah plastik. Yang ketiga, donasikan barang-barang yang tidak terpakai agar barang tersebut bermanfaat bagi orang yang membutuhkan dan tidak berakhir menjadi sampah. Dan yang terakhir, daur ulang sampah dan jadikan sebagai pupuk kompos agar menjadi bermanfaat bagi lingkungan.

Jadi, sebagai warga negara yang bijak, terutama yang bertempat tinggal di Ibu Kota, sudah sepatutnya sadar akan lingkungan sekitar. Walau plastik dan barang-barang lainnya tak bisa lepas dair kehidupan kita, tapi kita bisa mengatasinya dengan bijak agar tak berakhir menjadi sampah. Dan untuk kedepannya, Jakarta bisa terbebas dari sampah-sampah yang bisa menyebabkan malapetaka bagi penduduk sekitar dengan mengatasinya dari hal-hal yang terkecil.

Nafrah Galang Madani

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia