x
BREAKING NEWS

Kamis, 20 Desember 2018

resensi buku

Judul buku : Belajar untuk mengimbangi ilmu agama dan nasionalisme

Editor : Anita Dewi


·           DATA BUKU

Judul Bung Karno "Menerjemahkan Alquran"

Penulis : Mochammad Nur Arifin

Penerbit : Mizan

Cetakan : Mei 2017

Tebal : xvi + 266 halaman

ISBN : 978-602-441-028-5

 

·         RESENSI BUKU

 

Bung Karno mengatakan bahwa :" aku dikutuk bagai bandit, di puja bagai dewa" maka tidak salah lagi jika bung Karno di cap sebagai tokoh yang berideologi nasionalis-sekuler. Muncul pula ideologi Pancasila yang dicetuskan oleh Soekarno dan dituduh sebagai ideologi sekuler.

 

buku ini menceritakan tentang religius, Pemikiran keislaman dan jalan nasionalis-religius Bung Karno ini lahir dari sebuah kegelisahannya dimana figur Soekarno dengan segala atribut yang melekat pada dirinya direndahkan, dinistakan, atau dalam istilah yang lebih "vulgar" de-Soekarno-isasi. Jika Soekarno bisa dinistakan, maka akan banyak pintu menistakan Pancasila, NKRI, dan lainnya (hlm. x).

buku ini secara jelas menyadarkan orang yang tidak percaya dengan keislaman Soekarno

 

Soekarno membuat seisi ruang sidang PBB ke-15 itu terperangah. Kala itu Soekarno berpidato dengan judul: To Build the World a New (Membangun Tataran Dunia Bru). Adapun salah satu intinya pidato tersebut adalah pesan perdamaian dan toleransi, yang digali dari Alquran surat Al-Hujarat ayat 13. Uraian Bung Karno ini kemudian dicatat sebagai ucapan yang sangat religius dalam sebuah sidang PBB (hlm. 32).

 

Bung Karno sering kali menggunakan ayat pada pidatonya dan memberitahu bahwa Al-quran itu dalam isinya terdapat nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan kebangsaan.

 

Puncak perjalanan spiritualitas Soekarno mencari kepuasaan batin menemukan makna ketuhanan pada akhirnya bermuara pada Alquran. Banyak tokoh ditemui. Beragam buku dibacanya. Namun pada akhirnya, Alquran yang memberikan jawaban paling memuaskannya. Alquran menjadi titik akhir pengembaraan Bung Karno mencari Tuhan. Pada kitab suci itulah "dahaga" ruhani Bung Karno terpuaskan (hlm. 164).

 

buku bung Karno 'menerjemahkan Al-quran' ini menjawab segala tudingan tersebut. buku ini sebagai wawasan anak bangsa bahwa islam dan nasionalisme tidaklah bertentangan.

dalam buku ini di tuliskan betapa cintanya Soekarno terhadap negara hingga akhirnya cinta kepada tuhan, masa muda yang sangat menggebu-gebu ditunjukan oleh Bung Karno.

 

Ia sadar sesadar-sadarnya bahwa tidak ada alasan bagi pemuda Indonesia untuk menikmati kesenangan dengan melarikan diri ke dalam dunia khayal. Sementara kondisi bangsa dan negara Indonesia kala itu miskin, malang, dan dininakan (hlm. 195).

buku ini sangat penting bagi yang telah merendahkan sosok pahlawan bangsa Indonesia ini

 

dari buku ini kita bisa melihat bagaimana islam dan keindonesiaan yang setara.

 

buku ini sangat secara luas, karena bukan hanya jiwa nasionalisme nya atau gagasan-gagasan Soekarno tunjukan tetapi juga langkahnya agamis.

 

dari situlah Bung Karno dikenal dengan jiwa nasionalisme nya yang kental di jiwanya, bagi dirinya nasionalisme adalah api pembakar perjuangan.

 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia